Genap 3 tahun A. Amran Sulaiman menjabat Menteri Pertanian. Momen 3 tahun Menteri Pertanian Jumat 27 Oktober 2017, A. Amran Sulaiman berada di Makassar kampung halamannya.

Pada hari Minggu 29 Oktober 2017 beliau membagi cerita pengalaman dan kinerjanya selama 3 tahun menjadi salah seorang Kabinet Jokowi-JK dalam acara di Warung Koffee Batavia Upper Grand Phinisi Point (PIPO) Mall Makassar.

Pada awal dialognya beliau menyampaikan bahwa " Tiga tahun ini adalah tahun kerja keras, menegangkan dan Alhamdulillah sedikit mulai membuahkan hasil. Menyertai beliau dalam diskusi tersebut adalah staf Ahli Menteri Bidang Media Sukriansah S Latif, Komisi PT. Pertani Nongki Safri Sabit, Komisaris PT. Sang Hyang Sri Mulyadi Prajitmo, Protokoler dan Kepala BPTP Sulawesi Selatan Dr. Ir. Abdul Wahid, MS.

Beberapa terobosan selama 3 tahun Menteri Pertanian ( 2015-2017) antara lain :

Revoluasi Mental :

  • Lelang Jabatan Strategis
  • Reward dan punishment bagi pejabat/ASN
  • Monitoring kerja harian
  • Lepaskan ego sektoral di lembaga / badan / BUMN Pertanian
  • Sapubersih pungli / berantas mafia pangan
  • Satgas KPK, Kejaksanaan Agung, POLRI dan BPKP
Regulasi yang di tempuh :
  • Refolusing Anggaran, pangkas biaya operasional Kementerian menjadi belanja sarana/prasarana pertanian (selamatkan/efisiensi anggaran APBN Rp 12,2 Triliun)
  • Deregulasi perizinandan investasi
  • Devisi aturan tender barang/jasa (perpres 172/2014), berantas mafia proyek
  • Bantuan benih / bibit flexibel tak lagi eksiting dan di mainkan pihak tertentu
  • Pengendalian Impor dan dorong eksport (pangan/rempah/nabati)
  • Pengawalan upaya khusus swasembada pangan
Implementasi program terobosan 3 tahun :
  • Pengadaan 180.000 unit alat mesin pertanian
  • Asuransi pertanian 674.650 ha
  • Embung / long stroge / dam parit 4.512 unit
  • Benih unggul Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang dll, 7 juta ha
  • Rehabilitasi jaringan irigasi 3.05 juta ha
  • Pengembangan lahan rawa lebak 367.000 ha
  • Integrasi Jagung - Sawit, 233.000 ha
  • Toko Tani Indonesia, 2,093
  • Sapi Indukan Wajib Bunting, 1,5 juta ekor
  • Peningkatan Indeks pertanaman IP 1,73 (2,95 %)

Pada kesempatan ini Mentan A. Amran Sulaiman mengatakan bahwa tahun pertama kinerjanya adalah penyempurnaan sejumlah regulasi dan penataan SDM / Pegawai Lingkup Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian mempunyai 12.000 PNS yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam tempo 3 tahun ini sudah ada 705 pejabat yang di mutasi karena tak sesuai kualifikasi dan kebanyakan potensi  membuat tak tercapai. Beliau menyampaikan bahwa kerja cepat tercapai karena focus di pangan strategis dan target eksport pangan dan hortikultura. Sejak El Nino 1998 kita harus import beras dan bawang sehingga kemandirian pangan tidak tercapai dan tahun ke tiga ini kita sudah eksport.

Selain produksi pangan berorientasi eksport, A. Amran juga focus menata regulasi pangan dan industri pangan dengan melibatkan KPK, Kejagung, Polri dan TNI. Ini harapan penting untuk menata tata niaga, menambah infrastruktur dan menarik investasi pertanian.

Implementasi dari program ini mulai terlihat. Peningkatan produksi padi dari 70,8 juta ton thn 2014 naik menjadi 79,1 juta ton. Jagung di genjot dari 19,0 juta ton thn 2014, naik menjadi 23,2 juta ton thn 2016.

Refocusing anggaran APBN di lakukan dengan memangkas anggaran Perjalanan Dinas dari 48% thn 2014, tinggal 18% dari APBN thn 2018. Kita alihkan semua ke belanja sarana dan prasarana pertanian, alsintan yang manfaatnya langsung dirasakan petani dan kelompok tani.

Tahun 2014 APBN untuk alat pertanian hanya Rp 5,4 triliun (35%), tahun 2018 sudah naik Rp 16,6 triliun (70% dari APBN Kemtan).