Menteri Pertanian melakukan panen Bawang Merah di Kab. Enrekang provinsi Sulawesi Selatan. Menyertai Menteri Pertanian antara lain Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Anggota DPR RI Amir Ushora, Bupati Kab. Enrekang, Kasdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sul-Sel, dan undangan lainnya.

Panen Bawang Merah merupakan rangkaian dari acara Festifal Bawang Merah Nasionalyang dilaksanakan di lapangan Haji Andi Liu Kecamatan Anggeraja Kab. Enrekang pada tanggal 14-15 Oktober 2017.

Kabupaten Enrekang menghasilkan 800 ribu ton Bawang Merah setiap tahun. Karena itu Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman menjamin agar harga Bawang petani tidak anjlok pada saat panen raya.

Anjloknya harga Bawang pada saat panen berdasarkan keluhan petani yang di terima oleh Menteri Pertanian saat berinteraksi langsung dengan petani, bahwa harga Bawang Merah mencapai Rp 3.000 per kilogram. Dengan harga demikian tidak mampu menutupi modal yang mesti di kembalikan oleh petani.

Untuk mengatasi hal itu maka Menteri Pertanian telah memerintahkan Bulog agar membeli Bawang petani tidak di bawah Rp 12.000 per kilogram, dan untuk para pedangang / pengusaha dengan harga Rp 11.00 per kg.

Amran Sulaiman menggaransi harga Bawang takkan lagi terjun bebas, kisarannya harus berada di atas Rp 10.000 per kg. Untuk mempertahankannya semua elemen harus bersinergi. Ada pemerintah ada pengusaha, juga ada Bulog. Kalaupun turun lagi maka silahkan laporkan kepada saya, kami akan tindak lanjuti langsung, tegas A. Amran Sulaiman.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian mengatakan bahwa manajemen tanam Bawang Merah musti dikawal tetap, di bantu Dinas Provinsi dan Kabupaten. Maksudnya jangan ada waktu over suplay dalam waktu yang bersamaan. Kalau demikian susah kita akan kendalikan harga karena pasti ada tekanan harga.