Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (PUSLITBANGTAN) Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis PAJALE di Sulawesi Selatan bertempat di Hotel Harper Makassar.

Acara berlangsung selama 2 hari tanggal 7 s.d 8 Mei 2018, dengan peserta sebanyak 300 orang, terdiri dari para petani anggota Kelompoktani dari Kabupaten sentra pengembangan Padi, Jagung dan Kedelai.

Acara dibuka oleh anggota DPR RI dari Komisi IV , Dr. H. A. Akmal Pashuludin ,SP,MM, didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kapuslitbang Perkebunan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M Si. Turut hadir pada kesempatan ini Kapuslitbang Tanaman Pangan,yang diwakili Kabid PE, Kepala BPTP Sulawesi Selatan, Kepala Balitsereal Maros, Kepala Lolit Tungro dan undangan lainnya.

Kepala Badan Litbang Pertanian dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan perwujutan NAWACITA dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani, terhadap inovasi teknologi utamanya untuk Komoditi Padi, Jagung dan Kedelai. Hal ini penting karena untuk meningkatkan produktifitas PAJALE para petani harus mampu menerapkan inovasi teknologi ditambah dengan penggunaan varietas unggul baru.

Sampai saat ini Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan banyak varietas Padi dan 99 % varietas yang ditanam petani adalah hasil Badan Litbang Pertanian. Dr.H. A. Akmal Pashuluddin, SP,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa periode saat ini Kementerian Pertanian memperoleh anggaran 32 trilyun, yang merupakan rekor sejak Kementerian Pertanian ada. Dari 32 trilyun tersebut 80 % diperuntukan untuk membantu petani, dengan tujuan untuk kesejahteraan petani.

Untuk itu marilah kita manfaatkan anggaran tersebut dengan efisien mungkin sehingga kita dapat mempertahan surplus beras yang kita capai. Beliau juga mengharapkan agar Badan Litbang Pertanian secara konsisten secara terus menerus membimbing petani agar pola pikirnya lebih maju dan sukses dalam berusaha tani.

Materi Bimbingan Teknis yang disampikan pada kesempatan ini antara lain : 1. Teknologi pengendalian Tungro ( Bio Taro ), 2. Teknologi sistem tanam larikan Padi Gogo (Largo Super), 3. Inovasi teknologi Kedelai (Biodetas, Budena, Budenopi, Budesari dan Kepas), 4. Teknologi Jagumg lahan kering (Jaring).