Ternak kambing akan berproduksi baik jika tersedia pakan hijauan yang berkualitas, cukup dan berkesinambungan.

Leguminosa merupakan salah satu hijauan pakan yang kaya akan protein.  Kandungan protein yang ada dalam leguminosa tersebut sangat membantu asupan protein bagi ternak terutama ruminansia. Legum bisa diberikan bersama rumput yang menjadi sumber protein kasar.

Introduksi legum pakan untuk ternak merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan sekaligus menjadi upaya pengawetan pakan limbah pertanian untuk menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun.

Bertempat di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pangkep Desa Barabatu, Kec. Labakang, Kab Pangkep, oleh BPTP Balitbangtan Sulsel dilaksanakan kegiatan Kajian Pakan Hijauan Legum pada Kambing Peranakan Etawah (PE).

Kegiatan ini dikoordinir oleh peneliti bidang perternakan BPTP Balitbangtan Sulsel Novia Qomariyah.

Kamis (24/5), ditemui disela aktifitasnya sebagai seorang peneliti, Novia Qomariayah mengatakan, “ pada kegiatan yang dilaksanakan di TTP Pangkep, kami menggunakan 16 ekor kambing Peranakan Etawah (PE) betina yg dipelihara selama 4 bulan dan ketersediaan hijauan pakan lokal (legum dan rumout gajah) sangat mendukung perkembangan ternak kambing betina, untuk kecukupan pakan baik kuantitas maupun kualitasnya.

Selanjutnya Novia Qomariyah mengatakan  “Persiapan kegiatan telah dilakukan pada kegiatan tersebut, seperti seleksi dan penimbangan kambing betina yang akan digunakan sebagai materi penelitian, pembuatan pakan konsentrat, pembuatan UMB dan silase hijauan pakan. Selain itu juga dilakukan pembuatan penampungan urin dan kotoran kambing yang nantinya akan diolah menjadi biourin dan kompos.

Adapun yang menjadi keluaran yang diharapkan  dari aktifitas kegiatan ini adalah menghasilkan paket rekomendasi teknologi pemberian pakan legum guna meningkatkan bobot badan kambing betina induk, kata Novia Qomariyah.