Memasuki musim tanam ketiga (MT3), BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, tanggal 9 s.d 10 Juli 2018 melaksanakan pelatihan pengolahan pupuk organik dan pembuatan pestisida nabati di lokasi Demonstrasi Plot (Demplot) Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi, Jagung, Kedelai di Desa Baruga, Kec. Bantimurung Kab. Maros.

Pelatihan ini dihadiri oleh 70 orang petani, yang berasal dari Kelompok Tani Lallotengae 2 dan petani lain yang berasal dari Dusun Cambajawa Baruga Kab. Maros.

Pelatihan Pengolahan pupuk organik yang dilakukan memanfaatkan sumber bahan organik yang berasal dari limbah pertanian dan ternak yang banyak tersedia dilokasi kegiatan, yakni jerami padi dan kotoran sapi. Sebagai dekomposer dalam pengolahan pupuk organik ini menggunakan Promi, Agrobiocomp dan Agrodec.

Sedangkan untuk pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan rempah yang mudah diperolehseperti jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, sereh, tembakau dan sabun colek.

Hadir sebagai narasumber pada pelatihan ini adalah peneliti BPTP Balitbangtan Sulsel Dr. Abdul Syukur, SP, MP.

Dalam pemaparan materi, Abdul Syukur mengatakan “banyak manfaat yang diperoleh dari pengolahan pupuk organik dan pembuatan pestisida nabati, yakni memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan kemampuan tanah mengikat air sehingga membuat tanah semakin subur.

Adapun tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan petani dalam mengolah limbah pertanian dan limbah peternakan menjadi pupuk organik, serta meningktanya kemampuan petani dalam memanfaatkan bahan rempah lokal dalam pembuatan pestisida nabati dalam mengelola usahatani di lapangan dengan prinsip ramah lingkungan.