Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian optimis akan mencapai swasembada gula tahun 2019. Hal ini di sampaikan Mentan pada saat kunjungan ke perkebunan Tebu di lahan rawa di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan selasa 22 Mei 2017.

Menyertai kunjungan Mentan antaralain Dirjen Perkebunan, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, dan Wakil Bupati OKI Muhammad Rivai.

Agenda dalam kunjungan ini Mentan melakukan panen sekaligus peletakan batu pertama Pabrik Gula. Pabrik Gula ini merupakan yang pertama di Indonesia di bangun di lahan Rawa, yang di rencanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2019. Mentan menyampaikan bahwa modal pengembangan Tebu di lahan rawa merupakan terobosan baru dan pertama di Indonesia, sehingga lahan rawa menjadi masa depan pergulaan Indonesia ramah lingkungan. Sampaikan pada dunia, masa depan pergulaan ada di lahan rawa dan ramah lingkungan.

Pengembangan Tebu di lahan rawa memiliki potensi produksi yang tinggi dan biaya yang relatif rendah karena kebutuhan air mudah terpenuhi. Pengangkutan Tebu menggunakan transportasi sungai sehingga rendah biaya dan sedikit menghasilkan CO2 dan tidak merusak lingkungan. Sebagaimana diketahui total lahan rawa di Indonesia sekitar 21 juta ha dan 8 - 10 juta ha sudah dapat di garap untuk pertanaman Tebu. Jika dapat di optimalkan 1 - 4 juta ha saja maka Indonesia akan terlepas dari import gula bahkan dapat mengeksport.

Mentan menyampaikan bahwa sampai saat ini terdapat 4 pabrik gula yang sudah jalan dan 7 pabrik sudah di bangun. Sehingga total 11 pabrik gula di Indonesia. Jika semua pabrik ini beroperasi dengan optimal maka pada tahun 2019 untuk gula putih (white sugar) bisa swasembada.

(Sumber : Kementerian Pertanian) (Amirullah)