Maros merupakan bagian penghasil gabah di Sulawesi Selatan yang cukup besar. Luas lahan sawah di Kabupaten Maros mencapai 26.002,40 ha, terdiri atas sawah irigasi teknis seluas 5.477,38 ha, sawah irigasi setengah teknis seluas 1.537,95 ha, sawah irigasi desa seluas 5.189,96 ha dan sawah tadah hujan seluas 13.575,21 ha. Selain luas sawah juga terdapat lahan kering seluas 23.140,07 ha.

Potensi lahan sawah tersebut membuka peluang untuk menghasilkan padi/gabah yang cukup besar. pada musim tanam April – September (Asep) 2016, target produksinya di atas 15 ribu ton. Hal ini akan berdampak pada tanggungjawab Bulog untuk menyerap gabah yang diproduksi oleh petani pada musim tanam Asep 2016.

Komando Distrik Militer  1422 Maros melaporkan bahwa target serapan Gabah mencapai 15.670 ton. Adapun capaian serapan gabah oleh Bulog sampai tanggal 1 Oktober mencapai 12.314,89 ton. Sedangkan serapan gabah pada tanggal 2 Oktober 2016 mencapai 29,13 ton, sehingga sampai hari ini tanggal 2 Oktober 2016 serapan gabah sudah mencapai 12.344,02 ton atau 78,77 %.

Kekurangan dari target yang telah ditetapkan untuk dipenuhi sampai akhir Asep 2016 adalah 3.325,98 ton atau setara 21,23 %. Guna memenuhi target tersebut diperlukan kerja keras dan kerjasama antar stake holder dan peran serta petani dan kelembagaan petani secara optimal.