Terkait dengan peningkatan produksi padi Nasional, Balitbangtan pada tahun 2008 telah menghasilkan Inovasi Pengeolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah.

Inovasi ini kemudian diadopsi dan kemudian dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan diimplementasikan dalam bentuk sekolah Lapang PTT (SL-PTT), dan terus disempurnakan  dari waktu ke waktu dengan  berbagai komponen teknologi yang dihasilkan  dirakit menjadi paket teknologi  “Teknologi Padi Jajar Legowo Super”.

Teknologi Jarwo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irgasi berbasis tanam jajar legowo 2 : 1. Selain menggunakan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dilapangan, bagian pentin dari teknologi Jajar Legowo Super adalah : (1) varietas unggul baru poensial tinggi, (2) biodekomposer pada saat pengolahan tanah, (3) pupuk hayati sebagi seed treatment dan pemupukan berimbang, (4) teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan (5) alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen.

Teknologi Jarwo Super sudah teruji keunggulannya melalui Demarea seluas 50 ha di sawah irigasi di Kab. Indramayu, Jawa Barat.  Varietas yang di demontrasikan adalah Inpari 30 Ciherang Sub-1 potensi  produksi 1,9 ton GKP/ha, Varietas Inpari 32 HBD 14,4 ton GKP/ha, dan Varietas Inpari 33 12,4 ton GKP/ha.

Khusus Litbang Pertanian melalui BPTP Sulawesi Selatan TA. 2016 sedang melaksanakan kegiatan Percepatan Diseminasi VUB Padi Melalui  Demfarm Teknologi Jarwo Super di Desa Tirowali, Kec. Porang Kab. Luwu, dengan luas lahan percobaan 10 ha.

Penanggung jawab lapangan dalam kegiatan ini adalah peneliti BPTP Sul Sel  (Idaryani, SP, M,Si) dan dibantu dengan penyuluh dan teknisi terkait lainnya.

Selasa (04/10) oleh Tim Pendamping BBP2TP Dr. Dwi Priyanto, Dr. Nurhayati bersama Tim BPTP melaksanakan diskusi terkait kegiatan monitoring yang akan dilakukan dilokasi Demfarm yg ada.

Setelah melaksankan diskusi,  Tim tersebut berkunjung ke lokasi guna monitoring kegiatan lapangan.  Kegiatan  monitoring tersebut berakhir pada Kamis (06/10).