Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman melakukan panen pedet (anak sapi hasil Inseminasi Buatan/IB) di Desa Hulo Kecamatan Kahu Kabupaten Bone, hari Jumat, 14 Oktober 2016.

Menteri Pertanian menjelaskan program ini sebagai upaya pemerintah pusat memperkuat ketahanan daging secara nasional.  Wakil Gubernur Provinsi Sul-Sel Agus Arifin Numang menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan punya komitmen dalam swasembada pangan dan daging.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Sul-Sel menyiapkan insentif jasa untuk inseminator berupa Rp 150.000 ribu per kelahiran. Sampai saat ini di Sul-Sel sudah ada 430 Inseminator dengan 1,5 juta populasi sapi.

Setiap tahun sekitar 50.000 ekor sapi keluar Sul-Sel. Karena itu, Wakil Gubernur mengharapkan kepada Menteri Pertanian agar membantu para Inseminator ini dengan sepeda motor trail agar dapat menjangkau daerah pelosok di Sul-Sel, sehingga program swasembada daging lebih sukses.

Pada kesempatan ini Menteri Pertanian prihatin dengan maraknya bantuan pemerintah yang di perjual belikan oleh oknum-oknum tertentu. Apalagi tahun depan Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan pupuk dan benih Jagung untuk 3 juta hektar di seluruh Indonesia.

Untuk itu Menteri Pertanian mengharapkan agar aparat penegak hukum bertindak tegas bila ada yang menyalah gunakan bantuan tersebut.

Besarnya kuncuran bantuan pemerintah pusat di bidang pertanian justru di manfaatkan oknum tertentu untuk berbuat nakal.

Bupati Kabupaten Bone A. Fashar M. Padjalangi menyampaikan bahwa Kab. Bone menjadi pemasok daging terbesar ketiga di Indonesia.

Kabupaten Bone terdapat 100 orang Inseminator, sementara kebutuhan 150 orang Inseminator untuk mengkover 374 Desa yang ada. Bupati Bone mengharapkan bantuan kontainer moni dari pemerintah pusat.