Temu Lapang Musim Tanam (MT) 3 dan Sosialisasi Sistem Informasi  kalender Tanam (Katam) Terpadu MH 2018-2019 dilaksanakan di lokasi kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian terhadap Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi jagung dan kedelai di desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kab. Maros (6/10).

Hadir pada acara tersebut, Kepala Balitbantang  BPTP Sulsel yang diwakilkan oleh Peneliti Utama  BPTP Balitbangtan Sulsel Ir. M. Basir Nappu, MS., Kadistan Kab. Maros yang diwakilkan oleh Kabid Tanaman Pangan  H. Zainuddin,  Kepala BPP Bantimurung  berserta Penyuluh se Kecamatan  Bantimurung, Kepala Desa Baruga, tokoh masyarakat, ketua dan anggota kelompok  tani Lallotengae 1 dan Lallotengae 2 serta peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan Sulsel.

Temu lapang  yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi  introduksi teknologi  pada pertanaman musim tanam ketiga (MT 3) dan menggali informasi dan umpan balik dari petani pelaksana maupun petani non kooperator terkait kegiatan pertanaman di MT 3.

Mengawali kegiatan Temu Lapang tersebut, Ka. BPTP Balitbangtan sulsel  menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan  IP Pajale adalah untuk optimalisasi pemanfaatan lahan menggunakan inovasi teknologi yang sesuai sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.

Selanjutnya dikatakan oleh Ka. BPTP Sulsel bahwa beberapa inovasi teknologi yang dapat diintroduksi  adalah beberapa Varietas Unggul Baru (VUB), pelatihan pengolahan pupuk organik dan pestisida nabati, rekomendasi pemupukan berdasarkan SI Katam Terpadu dan penggunaan pupuk hayati.

Ketika ini diterapkan, diharapkan teknologi tersebut berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan petani, kata Ka. BPTP Sulsel.

Usai memberikan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Sosialisasi Informasi oleh peneliti BPTP Sulsel  Dr. Abdul Syukur Syarif, SP,MSi.  Materi ini membahas cara mengakses  SI Katam  Terpadu dan menunjukkan secara langsung informasi SI Katam terpadu khusus wilayah Bantimurung terkait dengan prediksi iklim, luas sawah,  waktu tanam MH 2018-2019,  rekomendasi varietas, rekomendasi pemupukan serta potensi OPT yang dapat muncul di MH 2018-2019.

Perihal Katam Terpadu untuk pertanaman di MT 3, BPTP Balitbangtan Sulsel  mencontohkan pola pertanaman  dan merekomendasikan pola tanam padi - padi –Jagung, Padi – Padi - Kacang Hijau dan Padi – Padi – Semangka, yang dapat dilakukan di wilayah tersbut.

Acara  dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta (Penyuluh dan Petani).  Dan, oleh petani sangat antusias untuk mengembangkan tanaman jagung terutama di musim tanam ketiga, dan  mengharapkan dukungan pendampingan teknologi dari BPTP Sulsel maupun Dinas Pertanian Kab. Maros.

Selanjutnya oleh BPTP balitbangtan sulsel  berharap, melalui sosialisasi ini penyuluh maupun petani dapat memanfaatkan SI Katam terpadu dalam menentukan waktu tanam yang tepat dan informasi pertniann lainnya yang dapat mendukung indeks pertanaman dan akan berdampak pada kesejahteraan petani.