Menteri Pertanian RI Bapak Amran Sulaeman menjelaskan bahwa persedian beras menjelang  Ramadhan dalam posisi aman.

Bulog telah menyiapkan 2 juta ton beras untuk mengantisipasi  kebetuhan tersebut.  Angka ini menurutnya meningkat 2 kali lipat dibanding persediaan tahun lalu dalam periode yang sama yakni 1 juta ton beras.  Hal ini disampaikan Menteri Pertanian pada saat menghadiri Seminar Perberasan di Baruhga Lappo Ase, Divre Bulog Sulselbar 29 April 2016.

Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Sulselbar Abdul Muis mengatakan bahwa untuk wilayah Sulselbar Bulog telah menyerap 350 ribu ton setara Gabah Kering Giling (GKG) atau sekitar 120 ton beras.  Divre Bulo Sulselbar menargetkan mampu menyerap 1 juta ton.

Pada kesempatan ini Menteri Pertanian juga menguraikan bahwa setiap tahun pengusaha dan  di Indonesia untung sampai Rp 300 triliun, dan cuman dibagi 200 ribu orang jumlah pengusaha.  Sementara petani untung  cuman Rp 40 triliun dan itu harus dibagi 100 juta orang petani.  Untuk itu diperlukan modal pasar baru untuk mengantisipasi ini.  Petani harus dibuatkan secara wajar.

Modal pasar yang dimaksud adalah menjaga harga beli gabah  dan jagung petani tidak turun. Karna harga turun Rp 1.000 saja per kilogram dikali 70 milyar, hasilnya mencapai Rp 70 triliun.

Untuk komoditas jagung bisa mencapai Rp 20 triliun.  Dua komoditas saja kita kendalikan bisa menghasikan  Rp 90 triliuan yang bisa dinikmati petani.  Jika harga tidak stabil dan rata rata turun Rp 1.000 perkilogram, petani kehilangan untung Rp 90 triliun, dan itu dinikmati para spekulan.