Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan serta Supervisi yang disebut Sistem kerja LAKUSUSI adalah pendekatan penyelenggaraan penyuluh  yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh yang di tindak lanjuti dengan kunjungan berupa pendampingan kepada petani/kelompok tani secara terjadwal dan di dukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior serta ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan.

Sebagai salah satu turunan dari undang-undang R.I Nomor : 16 tahun 2006, di terbitkan peraturan Menteri pertanian Nomor : 273/KPTS/OT.160/4/2007, yang salah satu lampirannya berisi pedoman Sistem Kerja LAKUSUSI.

Sistem Kerja LAKUSUSI ini perlu di giatkan lagi dan di tingkatkan kualitas pelaksanaannya, di sesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi dan teknologi pertanian sehingga di harapkan dapat meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya sebagai pembina pelaku utama dan pelaku usaha dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta pendapatan petani.

Berdasarkan pedoman pelaksanaan Sistem Kerja LAKUSUSI yang di terbitkan oleh pusat penyuluhan pertanian, BPPSDM pertanian Kemtan, bahwa BPTP berperan dalam Sistem Kerja LAKUSUSI sebagai narasumber dalam pelatihan penyuluh di BP3K dan juga sebagai Tim Supervisi Tingkat Propinsi.

Merujuk pada pedoman tersebut, maka BPTP Sulawesi Selatan melaksanakan pelatihan dalam rangka Implementasi Sistem Kerja LAKUSUSI tahun 2016. Pelatihan dilaksanakan di BP3K Maniangpajo Kab. Wajo padatanggal 17 Mei 2016. Peserta pelatihan terdiri dari penyuluh pertanian di tambah dengan para Ketua kelompok tani.

Pelaksanaan pelatihan di sesuaikan dengan jadwal pelatihan yang telah disusun oleh para penyuluh pertanian di BP3K Maniangpajo (sesuai dengan jadwal LAKUSUSI). Materi pelatihan meliputi teknologi PTT Padi Sawah di sertai dengan praktek pemasangan alat TBS serta penggunaan alat tanam.

Kagiatan pelatihan yang di fasilitasi oleh BPTP Sul-Sel ini selain sebagai bentuk dukungan BPTP Sul-Sel dalam Implementasi Sistem Kerja LAKUSUSI di daerah, juga sebagai upaya percepatan penyaluran Inovasi dan Informasi teknologi kepada pengguna di lapangan.