Untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi Bawang merah di kawasan pengembangan Sulawesi Selatan, diperlukan dukungan teknologi yang memadai. Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan banyak teknologi, yang dapat mendorong peningkatan produktivitas bawang merah, antara lain adalah berbagai VUB bawang merah, dan teknik budidayanya. Salah satu  teknologi terbaru adalah teknologi produksi benih bawang merah dari biji  True Shallot Seed (TSS).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sul Sel  sebagai Unit Kerja Badan Litbang Pertanian yang ada di Sulawesi Selatan perlu melakukan adaptasi teknologi TSS kepada petani/pengguna.

BPTP Sul Sel  bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembagan Daerah (Balitbangda) melakukan pendampingan/pengawalan teknologi  kegiatan pertanaman umbi mini bawang merah di lahan petani. Pada hari Jumat (06/10/2015) bertempat di Kel. Balang, Kec. Binamu Kab. Jeneponto dilakukan panen umbi mini bawang merah.  Panen dilakukan oleh Ir. Nujanani, M.Si selaku peneliti bidang hortikultura BPTP Sul Sel bersama Dr. Since (Balitbangda).  Turut Hadir dalam panen tersebut Ir. St. Najmah selaku penyuluh BPTP Sul Sel, staff balitbangda dan petani yang ada di lokasi tersebut.

Penggunaan benih bawang merah dari biji (TTS) lebih menguntungkan dibandingkan benih umbi karena :

  1. Meningkatkan hasil umbi bawang merah sampai dua kali lipat dibandingkan dengan menggunakan benih umbi
  2. Kebutuhan benih TSS bawang merah lebih sedikit
  3. Pengangkutannya lebih mudah dan
  4. Daya simpan lama