Komoditas hortikultura termasuk tanaman sayuran (Bawang merah dan Cabai), merupakan komoditas unggulan nasional yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam pencapaian target produksinya. Komoditas ini juga merupakan unggulan daerah Sulawesi Komoditas dan  mendapat perhatian khusus, karena dapat mempengaruhi kehidupan petani yang ada di Sulawesi Selatan.

Badan Litbang Pertanian, telah menetapkan wilayah pendampingan Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura, khusus bawang merah di 8 (delapan) Propinsi, termasuk Sulawesi Selatan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, juga telah menetapkan wilayah pengembangan bawang merah dan cabai di 3 kabupaten yaitu Enrekang, Pinrang dan Jeneponto.

Pengembangan kawasan hortikultura bawang merah dan cabai, di Sulawesi Selatan dimaksudkan untuk mempercepat peningkatan produksi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan petani.  Untuk meningkatkan produksi  diperlukan dukungan teknologi yang inovatif dalam rangka mengatasi permasalahan dalam usahatani. Salah satu masalah dalam pengembangan hortikultura (bawang merah dan cabai) adalah belum tersedianya benih berkualitas, belum berkembangnya  varietas unggul, teknik budidaya masih tradisional dan pengendalian serangan OPT masih konvensional. Karena itu Senin (09/10/2015) bertempat Kebun Percobaan (KP) Jeneponto di Kel. Tolo Selatan, Kec. Kelara Kab. Jeneponto, BPTP Sul Sel  bekerjasama dengan Pemerinah Daerah (Dinas Pertanian) Kab. Jeneponto melakukan  melakukan Pelatihan Perbenihan Bawang Merah dan Cabai.

Acara dibuka oleh Kadis Pertanian Kab. Jeneponto Ir. H. Rachmansyah Guntur,M.Si didampingi oleh kepala KP Jeneponto  Drs. Muh Taufik, M.Si.

Narasumber dalam pelatihan ini adalah Dr. Joko Pinilih pemulia, bawang dari Balitsa dan Ir Uun Sumpena peneliti bawang merah yang berasal dari Balai Penelitin Sayuran (Balitsa) Lembang.

Peserta yang hadir dalam pelaksanaan pelatihan ini berasal dari 7 kelompok petani penangkar benih bawang merah dan cabai yang ada di Kab. Jeneponto.  Peserta pelatihan sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh narasumber.  Setelah penyampaian materi yang dirangkaian dengan tanya jawab oleh peserta pelatihan.

Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta/petani tentang teknologi yang dibutuhkan dan  meningkatkan wawasan, ketrampilan dan kapasitas peserta/petani dalam mengembangkan usahataninya.