Tudang Sipulung merupakan salah satu budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama pemerintah untuk bermusyawarah dalam perencanaan dan pelaksanaan turun sawah atau penentuan waktu tanam padi sawah.

Tudang Sipulung Kabupaten Pangkep dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November 2018, bertempat di halaman Mattampa Inn Bungoro.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Pangkep beserta Forkompimda Pangkep, Ketua DPRD, Sekda, Kajari, Kapolres, Dandim, Camat, Kepala Desa/Lurah, Ketua Poktan dan Gapoktan, penyuluh pertanian se Kab. Pangkep.

Turut hadir dalam acara ini pejabat lingkup Prov Sulsel dan Kementerian Pertanian yakni Kepala Dinas Pertanian Prov Sulsel, Kepala BPTP Sulsel, Kepala BMKG Klimatologi Maros, Kepala Balai Benih dan Kepala BPTPH Prov Sulsel.

Pelaksanaan Tudang Sipulung yang dilakukan ini, dibuka oleh Bupati Pangkep Bapak H. Syamsuddin A Hamid, SE, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan-bantuan kepada kelompok-kelompok tani.

Setelah membuka acara dan melakukan penyerahan bantuan, acara dilanjutkan dengan  Penyampaian rekomendasi-rekomendasi teknis oleh beberapa narasumber.

Narasumber tersebut adalah Kepala Dinas Pertanian Prov Sulsel Ir. Hj. Fitriani, Kepala BPTP Balitbangtan Sulsel Dr. Ir. Abdul Wahid, MP, Kepala BMKG Stasion Klimatologi Maros Ir. Muthalib, MS, Kepala Balai Benih Prov. Sulsel,  BPTPH Prov. Sulsel.  Selanjutnya Rekomendasi ahli pertanian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Djafar Baco.

Berdasarkan rekomendasi yang disampaikan dalam hal budidaya tanaman, agar memperhatikan kesesuaian agroekosistem, penggunaan varietas unggul baru, keseimbangan pupuk, pemakaian bahan organik, pemantauan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta penanganan pasca panen dan pemasaran hasil.

Pada Tudang Sipulung tersebut yang biasa juga disebut Mappalili oleh masyarakat Kab. Pangkep mengasilkan  kesepakatan, turun sawah atau tanam padi dilaksanakan antara minggu III Nopember sampai minggu II Desember 2018 dengan menggunakan paket rekomendasi anjuran.