Salah satu kendala dalam pengembangan agroindustri di Indonesia adalah kemampuan mengolah produk yang masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan sebagian besar komoditas pertanian yang diekspor merupakan bahan mentah dengan indeks retensi pengolahan sebesar 71-75%. Angka tersebut menunjukkan bahwa hanya 25-29% produk pertanian Indonesia yang diekspor dalam bentuk olahan.

Selama ini bawang merah lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar. Padahal, bawang merah bisa diolah menjadi berbagai produk yang mampu memberi nilai tambah bagi para petani. Pengolahan produk bawang merah segar ini terutama sangat diperlukan ketika panen raya dan harga jatuh.

Mengingat bahwa intensitas penggunaan bawang merah yang cukup besar maka salah satu solusi alternatif penanganan pasca panen adalah pembuatan bubuk bawang merah. Pembuatan bubuk bawang merah  meningkatkan nilai tambah bawang merah dengan upaya diversifikasi olahan, dan memanfaatkan peluang usaha bumbu bawang berbentuk bubuk. Bubuk  bawang merah merupakan salah satu olahan bawang merah yang mempunyai potensi pangsa pasar cukup luas, diantaranya adalah para ibu rumah tangga, para juru masak, dan para pedagang masakan termasuk rumah makan dan hotel.

Selasa, 27 Oktober 2015 dilakukan uji organoleptik bubuk bawang merah hasil olahan kelompok pengkaji pasca panen BPTP Sul Sel yang di ketuai oleh Ir.Wanti Dewayani, M.Si di laboratorium pasca panen BPTP Sul Sel. Organoleptik merupakan pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan kesukaan dan kemauan untuk mempegunakan suatu produk. Uji Organoleptik atau uji indera atau uji sensori sendiri merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.  Kegiatan uji organoleptik ini merupakan rangkaian dari kegaiatan penelitian pasca panen “Pengolahan Bubuk Bawang Merah Di Sulawesi Selatan.  Peserta uji organoleptk adalah karyawan dan karyawati BPTP Sul Sel.