BPTP Sul Sel telah melakukan kegiatan Kajian Pembuatan Sosis Berbahan Dasar Kedelai, yang pada tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan uji organoleptik hasil olahan peoduk. Selasa (27/10.15) bertempat di Laboratorium Pasca Panen BPTP Sul Sel Peserta uji organoleptik adalah staff BPTP Sul Sel.

Pemilihan Tempe dari bahan bakuKedelai dalam pembuatan sosis ini, mengingat Kedelai banyak tersedia di Sulawesi Selatan, setelah padi, jagung dan ubi kayu. Produksi kedelai di Sulawesi Selatan meningkat dari 18.970 ton pada tahun 2007 menjadi 41.224 ton pada tahun 2009.

Tempe dapat dijadikan sosis dengan alasan bahwa protein kedelai yang merupakan bahan baku tempe, bersifat hidrofolik sehingga mampu menyerap dan menahan air, dapat membantu pembentukkan emulsi dan dapat membentuk selaput atau film, membentuk gel, mempunyai daya rekat yang tinggi dan bersifat kental.

Sosis yang sering dikonsumsi selama ini dibuat dari dari bahan daging hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, daging ikan, daging kelinci dan lain-lain. Oleh karena bahan baku sosis dari daging cukup mahal, maka Tim Pengkaji Passa Panen BPTP Sul Sel yang di ketuai oleh Ir. Andi Darmawidah, mencoba menggunakan bahan dasar kedelai dalam pembuatan sosis, yang rasanya cukup bersaing dengan sosis dari daging.

Dalam proses pemasakan sosis  tempe dilakukan berbagai cara seperti pengukusan, oven, pengasapan atau kombinasi pengukusan dan pengasapan. Penggunaan asap pada pemasakan terutama bertujuan untuk memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas dan mencegah oksidasi.

Tahapan kegiatan diakhiri dengan uji  organoleptik, dimana pengujian organoleptik ini mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu produk yang dihasilkan.