BPTP Balitbangtan Sulsel, Maros - Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian Muhammad Syakir, Bupati Maros Hatta Rahman, Ketua DPRD Maros AS Chaidir serta Pejabat TNI dan Polri Maros, hadiri Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 300 di Desa Tanete Kecamatan Simbang Kabupaten Maros (16/11/17).

Panen raya padi IP 300 dilakukan langsung oleh Mentan Amran  dilahan seluas 400 ha dengan menggunakan combine harvester.

Usai melakukan panen, Mentan Amran  berhelat kebagian utara di lokasi yang sama untuk menyemai benih padi. Semai benih padi ini dilakukan untuk masa tanam berikutnya. Tidak ada hari tanpa panen, tidak ada hari tanpa tanam dan tidak ada hari tanpa olah tanah, kata Mentan Amran.

Setelah melakukan kedua aktifitas tersbut Mentan Amran memprogramkan akan mengsinergiskan Maros sebagai penopang sayuran dan pangan untuk Tiga wilayah yakni  Makassar, Gowa dan Takalar.  Ini akan dilakukan karena:  1) Transportasi murah, 2) Harga murah sehingga tidak trjadi inflasi, dan 3) Masyarakat sejahtera disekelilingnya, dan Peran Litbang Pertanian sangat membantu dalam mensukseskan program tersebut.

Selanjutnya Untuk mencukupi kebutuhan beras, ini Solusi permanen untuk Indonesia, Kami membangun rumus baru untuk pertanian,  kalo Indonesia tidak mau impor harus tanam minimal 1 juta benih untuk setiap  hektar setiap bulannya.  Satu hektar dikali 6 sudah menghasilkan 6 juta ton, dibagi dua berarti sudah menghasilkan3 juta ton beras. Kebutuhan beras  Indonesia per bulannya 2,6 juta ton, ada surplus 400. Dan itu jika dilakukan, maka sampai 100 tahun kemudian kita tidak mengimpor beras lagi. “ Doa kan agar Mentan berikutnya lebih tangguh lagi, Demikian kata Mentan Amran.