Kelurahan Batu, Kecamatan Pituriase,  Kabupatan Sidrap merupakan kawasan yang memiliki potensi besar pengembangan padi ladang atau padi gogo yang diperkirakan mencapai 500 ha, namun hingga saat ini belum dikembangkan dengan baik oleh petani yang bermukim di lokasi tersebut.

Pada umumnya petani menanam padi ladang lokal yang produktivitasnya hanya mencapai kurang lebih 3 ton/ha.

Tahun 2019, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan hadir dalam menjalankan fungsi diseminasi teknologi pertanian dalam mendukung program strategis nasional Kementerian Pertanian guna mencapai swasembada pangan.

Khususnya pada areal pengembangan padi gogo yang berada di Kelurahan Batu, BPTP Balitbangtan Sulsel melakukakan pendampingan teknologi  kepada petani setempat dengan penerapan  komponen teknologi budidaya padi gogo.

Komponen teknologi tersebut meliputi; penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Badan Litbang Pertanian (Inpago 9), Aplikasi Biodekomposer, Sistem Tanam, Pengelolaan Hara serta Pengendalian Hama dan Penyakit.

Oleh petani yang menerapkan komponen teknologi tersebut, memasuki umur panen, pada tanggal 13 Agustus 2019 bersama BPTP Balitbangtan sulsel dan Pemda setempat mengadakan Temu Lapang dan panen bersama.

Pelaksanaan Temu Lapang mengusung tema “ Peningkatan Produksi Padi Gogo  Mendukung Swasembada Berkelanjutan”.dan panen bersama tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Abdul Wahid, Bupati Kabupaten Sidrap H. Dollah Mando, peneliti BPTP, Lolit Tungro, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian Kab. Sidrap, kelompok tani serta stake holder terkait lainnya.

Dalam pelaksanaan Temu Lapang tersebut, Abdul Wahid menyampaikan bahwa Kabupaten Sidrap memiliki peran sentral dalam menopang Provinsi Sulawesi Selatan sebagai penyangga pangan nasional.

Olehnya itu, pemanfaatan lahan kering untuk pertanaman padi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan luas tanam serta produksi padi secara nasional pada umumnya, serta kabupaten sidrap pada khususnya.

Abdul Wahid juga mengatakan BPTP Balitbangtan Sulsel siap memberikan dukungan dan pendampingan teknologi  dalam usaha pengembangan padi gogo tersebut.

Pada tempat yang sama, Bupati Kab. Sidrap H. Dollah Mando  memberikan apresiasi kepada BPTP Balitbangtan Sulsel atas peran sertannya dalam memberikan inspirasi dan masukan guna mengembangkan potensi produksi hasil padi gogo di Kabupaten sidrap.

Dollah Mando berharap, potensi lahan di Kelurahan Batu seluas kurang lebih 500 ha yang semula ditanami  padi varietas lokal dengan produktifitas pada kisaran 3 ton/ha, beralih menggunakan benih varietas unggul Badan Litbang yang produktivitasnya bisa mencapai 7-8 ton/ha.

Selain itu juga beliau mengharapkan  BPTP Balitbangtan memberikan pendampingan teknologi serta kajian dan introduksi varietas padi gogo lainnya, selain varietas  Inpago 9 yang saat ini telah diaplikasikan dilahan petani.