Bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Takalar BPTP Balitbangtan sulawesi selatan melakukan kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi di Kelurahan Panrannuangku, Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

Kegiatan yang  telah memasuki tahun kedua ini dimulai sejak tahun 2018, dengan beberapa pendampingan teknologi  yang telah dilakukan  meliputi aspek teknis budidaya (sistem tanam, pemupukan, penggunaan varietas unggul baru Badan litbang pertanian, pengendalian OPT), kelembagaan kelompok tani dan selanjutnya akan dilakukan pendampingan terkait kelembagaan  pemasaran hasil.

Sebagai bentuk dari kegiatan pendampingan yang dilakukan tersebut,  Kamis,  15 Agustus 2019 dilaksanakan Temu Lapang dan Panen yang diselenggarakan oleh BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Polongbaangkeng Utara.

Kegiatan tersebut  Dihadiri Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan Dr. Ir. Abdul Wahid, MP, Sekertaris Daerah Kabupaten Takalar Drs. H. Arsyad MM, Sekertaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Takalar  beserta jajarannya, Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan,  penyuluh daerah, Kelompok Tani serta stakeholder terkait lingkup Kab.Takalar.

Dalam pelaksanaan  kegiatan Temu  Lapang dan Panen tersebut Dr. Ir. Abdul wahid MP, menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah daerah, kelompok tani, serta masyarakat setempat atas penerimaan serta kesediaan untuk bersinergi bersama dalam pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Takalar.

Olehnya itu petani diharapkan menyerap informasi dan mengadopsi teknologi yang di introduksikan serta  memberikan umpan balik terhadap inovasi teknologi pertanian yang diberikan guna penyatuan persepsi tentang kebutuhan teknologi dan kendala-kendalah yang dihadapi petani dalam pemanfaatan teknologi tersebut di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Daerah Kabupaten Takalar Drs. H. Arsyad MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan yang telah melakukan kegiatan pendampingan di kabupaten takalar.

Kurang Lebih 60 % PDRB Kabupaten Takalar bersumber dari komoditas pertanian sehingga kegiatan terkait inovasi teknologi pertanian penting untuk diadakan.

Selanjutnya , Sekertaris Daerah menyatakan Kabupaten Takalar siap dijadikan sebagai  tuan rumah “Laboratorium uji coba inovasi Pertanian”. Inovasi dan teknologi merupakan jalan untuk bertahan dalam  persaingan perekonomian global yang memasuki era revolusi industri 4.0.

Menutup kegiatan temu lapang, Dr. Ir. Muslimin, MP selaku penanggungjawab kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi  di Kab. Takalar, menyampaikan roadmap kegiatan pendampingan, tujuan dan sasaran yang telah dan akan dilakukan  kedepan.

Selanjutnya secara singkat dijelaskan beberapa komponen inovasi teknologi  pertanian yang telah diadopsi dengan baik diantaranya penggunaan varietas unggul, adopsi sistem tanam jajar legowo, ketepatan waktu tanam,serta kedepannya beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan yaitu kelembagaan kelompok tani,  diantaranya tertib administrasi pembukuan, penanganan pascapanen dan pemasaran hasil.