Padi gogo merupakan padi yang dibudidayakan di lahan kering atau pada daerah yang memiliki  curah hujan yang rendah.

Di Tahun 2019, oleh BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan melakukan pendampingan teknologi budidaya Tumpangsari Padi Gogo-Jagung (Turiman Jago Super), di Desa Paroto, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Budidaya tumpangsari yang dilakukan tersebut, kepada petani BPTP memperkenalkan varietas padi gogo dan jagung Balitbangtan ; Inpago7, Inpago 8, Inpago 12, dan Jagung pulut uri. Tumpangsari Tanaman Padi Gogo-Jagung atau biasa juga disebut dengan Turiman Jago Super merupakan penerapan inovasi teknologi untuk peningkatan Indeks Pertanaman.

Oleh petani, saat dilakukan Temu Lapang dan Panen (27/8), dikatakan,”ini merupakan hasil yang maksimal karena panen yang dilakukan bersamaan dengan dua komoditi yang berbeda, yakni Panen   Padi dan Jagung.

Dalam pelaksanaan panen tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian yang di wakili oleh Koordinator Fungsional Kab. Soppeng Naharuddin sekaligus membuka acara, Kepala BPTP Balitbangtan Sulsel Abdul Wahid, Kepala Desa Paroto, Babinsa, Penyuluh dan Kelompok tani.

Pada pelaksanaan Temu Lapang tersebut, guna pengembangan wawasan pengetahuan petani, BPTP juga memberikan materi terkait dengan budidaya padi gogo yang disampiakan langsung peneliti bidang tanaman pangan Prof(R) Sahardi Mulia.

Usai menyampaikan materi tersebut, diskusi dan Tanya jawab pun dilakukan oleh petani.  Ini berlangsung sangat interaktif, dan petani mengapresiasi dengan baik atas segala bantuan pendampingan teknologi yang dilakukan oleh BPTP, dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan berbagai inovasi yang dihasilkan BPTP Balitbangtan Sulsel yang dapat diterapkan di lahan petani guna pemanfaatan lahan dan peningkatan indeks pertanaman .