Bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Kamis 5 September 2019  diadakan Rapat koordinasi UPSUS Padi, Jagung, Kedelai tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian Dr. Ir. Fadrjy Djufri M.Si, Sekertaris Dirjen Tanaman Ir. Bambang Pamuji M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Fitriani MP, Aster Kasdam XIV Hasanuddin Kolonel Hari Wibowo S.Sos, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, Kepala Balai Tanaman Serealia, Kepala dinas Pertanian Kabupaten Se-Sulawesi Selatan beserta jajaran KCD, Dandim Se-Sulawesi Selatan, serta LO UPSUS Provinsi Sulawesi Selatan.

Mengawali kegiatan rakor,  Ir. Fitriani MP menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI terkait pengamanan produksi padi, jagung, dan kedelai agar dilakukan percepatan dan penambahan luas tanam di bulan agustus – oktober 2019.

Selanjutnya Dr. Ir. Fadjry Djufri selaku penanggungjawab UPSUS di Provinsi Sulawesi Selatan mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta serta  stakeholder yang telah berjuang demi tercapainya swasembada Pangan, sehingga Sejak Program UPSUS percepatan swasembada Pajale dicanangkan pada tahun 2014, Provinsi Sulawesi Selatan meraih banyak prestasi serta memberikan sumbangsih yang besar terhadap produksi secara nasional.

Dalam arahannya, dua hal utama yang menjadi stressing point yaitu akurasi data luas lahan dan luas tanam serta Upaya percepatan Luas Tambah Tanam.

Pada tahun 2019 ini, bencana banjir maupun kondisi kekeringan menjadi tantangan yang cukup berat jika dibandingkan dengan tahun-tajun sebelumnya, sehingga dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat  dicari solusi bersama, Untuk itu Kepala Balitbangtan memberikan arahan :

  1. Mendorong percepatan tanam pada lahan yang masih tersedia air yang dapat dimanfaatkan dengan pompanisasi.
  2. Menggenjot pertanaman di lahan IP 300 yang beririgasi baik.
  3. Pemanfaatan teknologi. Sebagai contoh adalah uji coba pengembangan drone oleh badan litbang pertanian untuk menanan di kalimantan selatan dan sumatera selatan dan selanjutnya di sulaweai selatan.

Sementara itu, akurasi data lahan LTT dianggap penting Sebab menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Sehingga dibutuhkan akurasi data dan pelaporan secara berjenjang, jika terjadi perbedaan data, terbuka ruang untuk verivikasi data dengan berkoordinasi dengan BPS.

Mendukung  arahan kepala badan litbang pertanian, narasunber dari Pusdatin menjelaskan bahwa arah kebijakan kementerian pertanian mendorong pemanfaatan teknologi. Salah satu teknologi terbaru yang dimanfaatkan yaitu Monitoring, verivikasi lahan, pemetaan secara realtime melalui smartphone.

Mengakhiri kegiatan rakor, Kodam XIV melalui Aster Kasad Kodam XIV menyatakan kesiapan mengawal program pendampingan UPSUS percepatan swasembada pajale sebab merupakan amanah undang-undang yang tertuang dalam UU No. 34 tentang dukungan TNI dalam menjaga ketahanan pangan.