Jumat 27 Desember 2019, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Selatan mengadakan temu teknis Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan) Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas serta perwakilan penyuluh dari Delapan Kabupaten (Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, Sidrap, Gowa, Takalar, dan Luwu) yang merupakan daerah penyelenggaraan kostratani.

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat pentingnya untuk menyamakan pandangan dan terus bersinergi menyatukan gerak langkah ke depan. Lanjut Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan Dr. Ir. Abdul Wahid MP. menyampaikan beberapa hal teknis terkait sinergi pelaksanaan kostratani, penyerahan serta pemanfaatan sarana pada agriculture operasional room di balai penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian di delapan wilayah kabupaten pelaksana kostratani.

Sejalan dengan paparan Kepala bptp balitbangtan, Sekertaris Badan SDM Pertanian Dr. Ir. Siti Munifah menyampaikan bahwa Kostratani tidak hanya berbicara IT (teknologi informasi) tapi merupakan gerakan pembaruan pertanian, dimana penyuluh harus menguasai dari hulu hingga ke hilir, peningkatan produktivitas, ekspor komditas unggulan diwilayah binaan, pengembangan sumberdaya manusia pertanian, hingga update data pertanian berjenjang dari level kecamatan hingga ke pusat.

Mempertegas paparan-paparan sebelumnya, Staf Khusus Menteri Pertanian Ir. Luthfi Halide MP serta Ir. Amiruddin Syam MS menegaskan bahwa tujuan utama dari kostratani adalah untuk menghidupkan kembali serta menggerakkan BPP, kostratani sebagai gerakan bersama bersinergi dari pusat hingga daerah, bahkan sebagai bentuk keseriuasan, akan diinventarisasi kegiatan di level dirjen yang bisa disinergikan dengan BPP.

Mengakhiri diskusi, Luthfi menyampaikan apresiasi pelaksanaan kegaiatan temu teknis kostratani tersebut sebab dalam pertemuan-pertemuan seperti ini dapat menangkap aspirasi dari level bawah sehingga program-program yang di inisiasi di pusat sesuai dengaan kebutuhan petani.