Selasa (04/02), Mentri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, pimpin langsung Soft Launching Agricultural War Room (AWR) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Soft Launching AWR yang dilakukan Kementerian Pertanian ini, terkoneksi di seluruh Agricultural Operation Room (AOR) di Konstrawil dan Kostrada di Seluruh Indonesia.

Uapaya ini dilakukan dalam menetapkan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) melalui penguatan fungsi, tugas dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan diseluruh Indonesia.

Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Soft Launching AWR dilaksanakan di ruang AWR Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh para pejabat eselon II, III, & IV Lingkup Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, yakni ; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Sul-Sel selaku ketua pelaksana harian Kostratani, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian, Direktur Polbangtan Gowa, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Sulsel, Kepala BBPP Batangkaluku Gowa, Kepala Balitsereal Maros, Kepala Balai Besar Veteriner Maros dan Kepala Lolit Tungro Lanrang.

Program AWR yang dilakukan ini, menggunakan teknologi informasi dengan pencitraan satelit dan Artificial Intelligence (AI).

Oleh Mentan Syahrul YL berharap, adanya AWR ini diharapkan dapat memantau secara langsung aktifitas kegiatan pertanian di daerah.

Pada acara Soft Launching AWR terebut, Mentan melakuan teleconference dengan Pejabat lingkup Kementerian Pertanian, Pejabat daerah, Penyuluh Pertanian, dan petani di Seluruh Indonesia, dan khusus di Sulawesi Selatan, BPP Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa yang disapa langsung oleh Pak Menteri Pertanian RI melalui media teleconference tersebut.

Dalam dialognya saat melakukan Soft Launching AWR tersebut, Mentan menyampaikan bahwa launching AWR tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan dunia pertanian tanah air menuju pertanian 4.0.

Namun, disadari bahwa kondisi saat ini belum maksimal, sehingga Mentan berharap dukungan berbagai pihak-pihak terkait untuk penyempurnaan AWR secepatnya dilakukan, guna mendukung suksesnya Program Kostratani di seluruh Indonesia dan peran BPP yang nantinya semakin dirasakan manfaatnya oleh petani.