Jum'at 28 Februari 2020,betempat di Hotel Aryaduta Makassar dilaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian 2020".

Rapat Koordinasi (Rakord) tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono., Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Fadjry Djufry, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, Pejabat eselon II dan III lingkup Kementan, Kepala Dinas lingkup Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Propinsi Sulsel, Deputi sentra kredit Bank BNI Makassar, Kepala Bidang/Kepala Seksi yang membidangi Penyuluhan se propinsi Sulawesi Selatan, Para Liasion Officer (LO) BPTP Sulsel.

Pada pelaksanaan Rakord tersebut Mentan Syahrul YL dalam memberikan sambutan menyampaikan bahwa, pertanian adalah sektor yang paling menjanjikan.

Beliau mengatakan bahwa kalau mau memperbaiki Negara maka perbaikilah Pertanian, jika mau memperbaiki propinsi, kabupaten, kecamatan, desa maka perbaikilah Pertanian, yakni dengan cara memanfaatkan inovasi teknologi guna menjamin ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Produktivitas harus kita tingkatkan sebesar 7%, artinya don’t stop yang berarti kita tidak boleh mundur. Kita harus tetap mempertahankan pertanian kita sebagai Pionir, kata Mentan.

Selanjutnya terkait program GratiEks (Gerakan ekspor tiga kali lipat), yang telah dicanangkan oleh Presiden jokowi beberapa waktu lalu sebelum saya jadi Menteri Pertanian, program ini tetap kita laksanakan dan bahkan kita akan tingkatkan ekspor 3 kali lipat.

Kita bersama telah sepakat bahwa luas lahan sawah di Indonesia adalah 7,46 juta ha, lahan perkebunan 23 juta ha, lahan kering 15 juta ha dan jumlah petani adalah 36,1 juta orang.

Data ini nantinya yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dibidang pertanian, kata Mentan.

Selanjutnya, Mentan juga menyampaikan bahwa tahun 2020 Kementerian Pertanian akan membangun 163.000 penggilingan padi di Indonesia.

Beliau juga menyampaikan bahwa petugas pertanian seyogyanya harus mengetahui 5 tepat ; yakni tepat bibit, tepat tanam, tepat pupuk, tepat penyiangan dan tepat panen.

Mentan juga menyampaikan bahwa, terkait dengan program Kementan yang salah satu diantaranya dalah Kostratani, mari kita saling mendukung dan saling mendoakan agar program Kostratani tercapai seperti cita-cita yang Mentan inginkan dalam memajukan bidang pertanian melebihi kemajuan Negara-negara maju lainnya.

Dan, mengakhiri sambutannya, Mentan sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, utamanya Penyuluh Pertanian di tingkat lapang yang merupakan garda terdepan kekuatan pertanian kita.