Pertanian sebagai penyedia sumber pangan bagi masyarakat dan museum tanah dan pertanian merupakan gedung yang memiliki history informasi tentang beradaban pertanian di Indonesia.

Hari ini, Rabu 3 Maret 2018, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Bogor melakukan Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian dan Launching open virtual literacy.

Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian dan Launching open virtual literacy  tersebut dibuka   langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bersama Kepala Perpusnas RI Syarif Bando, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala Pustaka Bogor Retno Sri Hartati Mulyandari,  disaksikan oleh tamu undangan dan juga oleh UPT lingkup Kementan ; Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) Bogor, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, Polbangtan Bogor, Dinas Ketahanan Pangan Bogor, Perpustakaan Kabupaten Boyolali yang dilakukan secara vidio conference.

Pada launcing tersebut, Mentan juga melakukan Lauching Buku Sejarah Pertanian Indonesia, Penyerahan Sertifikasi Akreditasi Perpustakaan Pertanian dari Kepala Perpusnas RI Ke Mentan,Penandatanganan MoU Mentan dengan Kepala Perpusnas RI,Penandatanganan Naskah Kerjasama PUSTAKA dengan stakeholders lintas Kementerian/Lembaga, Penandatanganan prasasti UPT Museum Tanah dan Pertanian dan Launching open virtual literacy room.

Selanjutnya, dalam hari yang sama, guna meningkatkan literasi informasi pertanian di era digital, Tim PUSTAKA  melakukan virtual litercacy serentak di lima titik yakni Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) Bogor, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, Polbangtan Bogor, Dinas Ketahanan Pangan Bogor, dan Perpustakaan Kabupaten Boyolli.

Virtual literasi ini dimaksudkan untuk  memberikan literasi dan edukasi pertanian kepada para penyuluh, petani, pelaku usaha pertanian,dan masyarakat pengguna lain secara aktif dan masif dimanapun.