Tetap melakukan rutinitas lapangan dalam rangka pembinaan kelompok tani, adalah tugas dan fungsi BPTP Balitbangtan Sulsel dalam memenuhi kebutuhan inovasi teknologi pertanian bagi para petani di Sulawesi Selatan.

Sebagaimana terlihat pada aktifitas di lapangan, semangat berkerja menjadi salah satu dari aktifitas peneliti Balai walaupun dalam situasi pandemi covid 19 yang sedang merabah saat ini.

Oleh Peneliti BPTP, khususnya pada kegiatan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) Kedelai, kali ini tetap melakukan pembinaan kepada Kelompok Tani Parang Lambere dengan melakukan penanaman kedelai yang dilakukan sejak 30 April sampai dengan 3 Mei 2020.

Kelompok tani tersebut bertempat di Desa Tondo Limae, Kec. Tompo Bulu, Kab. Maros, yang merupakan salah satu kelompok tani/penangkar binaan BPTP Balitbangtan Sulsel.

Varietas yang ditanam adalah Detap-1 (klas benih FS) pada luas areal 5 ha.

Detap-1 merupakan varietas kedelai yang dilepas oleh Balitkabi Kementerian Pertanian tahun 2017 yang memiliki keunggulan tahan pecah polong, berumur genjah (78 hari), potensi hasil 3,85 t/ha, dengan rata-rata hasil 2,70 t/ha, serta memiliki ukuran biji besar (15,37 gr per 100 biji).

Oleh Tim BPTP Balitbangtan Sulsel diharapkan Detap-1 dapat mengatasi salah satu masalah pada budidaya kedelai yaitu pecah polong, dan diharapkan dapat dikembangkan khususnya di Sulawesi Selatan.