Print
Category: liputanmedia
Hits: 371

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan safari panen raya jagung di Provinsi Sulawesi Selatan. Safari bertujuan untuk menyaksikan panen jagung di beberapa kabupaten sentra pertanian, antara lain di Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Bone, Jeneponto, Wajo dan Pinrang.

Rangkaian safari panen dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Andi Muhammad Syakir, selaku Penanggungjawab Program Upaya Khusus UPSUS Padi Jagung dan Kedele (Pajale) Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten.

"Kita melakukan kegiatan Safari panen raya jagung di Desa Tonasa Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar seluas 585 ha. Kecamatan Sanrobone memiliki lahan seluas 881,0 ha. Sedangkan luas lahan untuk pertanaman jagung di Kabupaten Takalar seluas 8.000 ha dengan Provitas rata-rata 7 - 8 ton per ha," kata Syakir, di Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Syakir mengungkapkan, panen ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendorong percepatan swasembada jagung. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional yang panen jagungnya dapat dilaksanakan setiap saat.

Pada 2017, Sulawesi Selatan memberikan kontribusi dengan produksi jagung sebesar 2,3 juta ton, dengan luas panen 295.115 ha atau sebesar 7,33 persen dari produksi jagung nasional.

"Target produksi jagung Sulawesi Selatan untuk tahun 2018 ini sebesar 2,6 juta ton" ujarnya.

Kegiatan Safari Panen dilanjutkan ke Kabupaten Jeneponto di kecamatan Botoramba dengan luas tanam jagung yang akan dipanen kurang lebih 200 ha dengan rata-rata produktivitas 7.6 ton per ha dengan harga jagung Rp 4.200 per kg kering pipil.

"Tahun 2018 ini luas areal Jagung di Jeneponto seluas 70.000 ha. Provitas rata-rata 6 ton per ha. Sehingga target produksi 2018 sebesar 420.000 ton pipilan kering Jagung", tambah Syakir.

Diharapkan kabupaten Takalar dan kabupaten Jeneponto dapat meningkatkan lagi luas tanamnya, dengan cara meningkatkan intensitas tanam dan memanfaatkan lahan sub optimal untuk pertanaman jagung.

Sementara safari panen jagung di Kabupaten Pinrang dilaksanakan di Kecamatan Suppa, selanjutnya di kabupaten Wajo dilaksanakan di Kecamatan Belawa.

Panen jagung dilaksanakan secara berlanjut pada beberapa kabupaten sentra lainnya, sesuai dengan kondisi/tahap pertumbuhan tanaman yang saat ini masih banyak dipertanaman (standing crop).

Tahap awal kegiatan Safari Panen Raya jagung ini dilaksanakan selama beberapa hari pada empat kabupaten Takalar, Jeneponto, Wajo, dan Pinrang, kemudian dilanjutkan pada pada beberapa kabupaten sentra lainnya.

Potensi produksi jagung pada empat kabupaten tersebut yaituKabupaten Takalar 56 ributon, Kabupaten Jeneponto 271.074 ton, Kabupaten Pinrang 83.169 ton dan Kabupaten Wajo 133.369 ton.

Sumber : liputan 6.com