REPUBLIKA.CO.ID, PINRANG -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah gelar safari panen jagung di sejumlah sentra produksi. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Andi Muhammad Syakir, melanjutkan safari panen ke Kabupaten Pinrang dan Wajo, setelah sehari sebelumnya panen di kabupaten Takalar, Ahad (11/11). 

Untuk kabupaten Pinrang, produktivitas rata-rata mencapai 7 – 8 ton per hektare. Dengan luas tanam 12 ribu hektare, diperkirakan akan diperoleh hasil panen sebanyak 84 ribu - 96 ribu ton jagung  pipilan kering (JPK).

“Kami mengapresiasi kerja keras petani Pinrang sehingga produktivitasnya bisa setinggi ini. Kami bersyukur bantuan sarana produksi, alsintan (alat dan mesin pertanian) serta perbaikan pengairan dapat turut mendorong produktivitas dan meningkatkan minat bertani,” kata Syakir saat menghadiri panen di Pinrang, Ahad (11/11). 

Syakir menjelaskan, Pinrang merupakan daerah pengembangan baru untuk jagung karena selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi Sulsel. Pengembangan ini memungkinkan karena jagung mampunyai daya adaptasi luas sehingga dapat dikembangkan pada lahan sawah bero di musim kemarau dengan bantuan pompa sumur dangkal.

“Potensi pengembangan areal tanam baru masih cukup luas dengan pembahan sumur dangkal. Pemerintah pusat dan daerah senantiasa mendorong pengembangan jagung di Kabupan Pinrang dan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan pendapatan petani,” ujar Syakir

Ia menambahkan, petani di wilayah Pinrang tertarik untuk bertani jagung. Harga jagung pipilan kering tingkat petani semakin baik. Saat ini harga di tingkat petani mencapai Rp. 4.700/kg. Kondisi ini menyebabkan petani di Pinrang sangat termotivasi menanam jagung untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Selain Pinrang, Syakir dijadwalkan untuk melakukan panen di Kabupaten Wajo dengan areal tanam seluas 45.875 hektare. Dengan produktivitas 5 – 6 ton per hektare, panen kali ini berpotensi mencapai 220 – 275 ribu ton.

Pemerintah terus menggenjot produktivitas jagung terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan nasional.  Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah meningkatkan produksi jagung secara signifikan.  Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada 2014 produksi jagung di Indonesia  sebesar 19,0 juta ton dan 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada 2016 produksi jagung kembali  meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga 2017 mencapai 28,9 juta ton. Tahun ini diperkirakan potensi produksi jagung mencapai 30 juta ton.

Sumber : republika