Seminar Nasional dengan tema Pemanfaatan TIK Dalam Mewujudkan Masyarakat Digital Indonesia, diselenggarakan di Ruang Serbaguna, Lt.4 - Perpustakaan Nasional RI, Jl. Merdeka Selatan No. 11 Jakarta,. Hadir sebagai peserta pada seminar ini adalah pustakawan, dosen, mahasiswa (i) yang berasal dari instansi pemerintah pusat/daerah dan

Temu Teknis (TT) merupakan forum pertemuan antara peneliti, penyuluh pertanian Balitbangtan dengan penyuluh/petugas pertanian lapang dalam rangka mengkomunikasikan dan mensosialisasikan program/kegiatan strategis Kementan dan atau inovasi pertanian hasil Balitbangtan yang prospektif diterapkan di lapangan sesuai kebutuhan pengguna sekaligus untuk

Rakord dihadiri oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), Direktorat Jendral Tanaman Pangan Beserta Tim Dirjen Tanaman Pangan, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pertanian se Luwu raya (Kab. Luwu, Kota Palopo, Kab. Luwu Utara, kab. Luwu Timur), Kepala Bidang Tanaman Pangan, PPK/KCD se luwu raya, serta jajaran Kodim

Penyelenggaraan koordinasi ini dilksanakan dalam rangka peningkatan layanan data dan informasi di Balitbangtan serta mewujudkan pelayanan informasi inovasi teknologi pertanian yang cepat, tepat dan akurat kepada pengguna. Pelaksanaan koordinasi dihadiri oleh

Bantaeng, 17 September 2018 - BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah dan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian, diikuti oleh seluruh penyuluh kabupaten Bantaeng baik penyuluh PNS, THL, dan Swadaya sebanyak

Pelaksanaan Bimtek yang dilaksanakan sehari tersebut  dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati  Kab. Barru  Suardi Saleh. Dalam arahannya mengapresiasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan yang telah memilih Kabupaten Barru sebagai satu-satunya kabupaten yang mendapat paket lengkap kegiatan Peningkatan Komunikasi Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Temu Teknis Inovasi Pertanian (Peneliti, Penyuluh BPTP)

Stok beras Sulselbar surplus dan harga stabil. Meski demikian Bulog tetap melakukan gerakan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Peran Bulog Divre Sulselbar telah melakukan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitasi Harga (KPSH) beras medium. Bulog melakukan operasi pasar di

Presiden Namibia Hage Geingob memuji kemampuan Indonesia berswasembada beras dan mengekspor jagung. Sementara Namibia sampai saat ini masih import. Pujian tersebut di sampaikan Hage saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada tgl 1 September 2018 dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pertanian dan infrastruktur

Menurut Dirjen Tanaman Pangan Gatot Irianto jika di bandingkan dengan luas tanam tahun 2018 periode Januari - Agustus dengan luas 10.079.475 ha, dampak kekeringan hanya 135.226 ha atau 1,34 %, sudah termasuk yang

Rakor Balitbangtan Kementan Tahun 2017 mengusung tema "Arah Kebijakan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian", bertempat di Pinisi Ball room Grand Clarion Hotel Jl. AP. Pettarani No. 3 Makassar. Pelaksanaan Rakor 28 - 30 September 2017, dibuka oleh

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sul sel yang diwakili oleh KTU Muh. Husni Manwan (19/9/17), bertempat di Aula BPTP Balitbangtan Sulsel. Pelaksanaan acara dengan pemaparan materi oleh Biro Keuangan dan Perlengkapan Ibu Qomariah dengan judul Pentingnya Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) dalam

Kamis (7/9/17), Panen Raya Padi oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman di Desa Wele Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, didampingi oleh Bupati Kabupaten Wajo Andi Burhanuddin Unru, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Direktur Perbenihan Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Danrem<

Bertempat di Hotel Sermani Kabupaten Wajo, Kamis (7/9/17) diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Perbenihan yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. Hadir dalam acara tersebut Bupati Wajo, Bupati Pinrang, Bupati Luwu Utara, Bupati Soppeng, Bupati Enrekang, Staf Ahli Menteri Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan, Direktur Perkebunan dan Pembibitan Dirjen Perkebunan Kementan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura prov. Sulsel, Kepala Dinas Perkebunan prov. Sulsel, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Wajo, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Soppeng, Pinrang, Bulukumba, Kepala BPTP Sulawesi Selatan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia, dan

Pemberian penghargaan kepada Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP sebagai Mahasiswa Berprestasi Universitas Hasanuddin Tahun 2017 oleh Rektor UNHAS  Prof. Dwia Aristya, (6/9/17) bertempat di Baruga Andi Pangerang Pettarani UNHAS. Usai menerima penghargaan Mentan memberikan Orasi Ilmiah dihadapan wisudawan dan

Untuk mendukung Gerakan Tanam Serentak 1000 Titik di Sulawesi Selatan maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerjunkan 666 penyuluh pertanian guna membina mendampingi 1.000 Kelompoktani di Sulawesi Selatan. Hal ini ditujukan sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan yang di kelola oleh Kelompoktani

Temu Lapang dalam rangka pendampingan kawasan agribisnis hortikultura cabai di laksnaakan pada tanggal 22 September 2016, bertempat di Desa Salaka Kecamatan Patalassang Kabupaten Takalar. Temu Lapang dibuka oleh kepala BPTP Sulawesi Selatan DR. Muhammad Yasin, MP, di dampingi Peneliti

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan bertindak sebagai narasumber pada pelatihan pengolahan buah pisang menjadi Keripik Pisang dan pembuatan Keripik Tempe. Pelatihan ini diselenggarakan oleh

Gubernur prov Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi bertempat di kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang pada tanggal 9 September 2015. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPP Partai Nasdem Surya Paloh. Menurut Gubernur Syahrul sengaja

BPTP Sulawesi Selatan melaksanakan Sosialisasi pengisian PUPNS yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 September 2015 bertempat di Aula BPTP Sulawesi Selatan. Acara Sosialisasi di buka oleh pelaksana harian Kepala BPTP Sulawesi Selatan yang juga sebagai Kasubag Tata usaha yakni Drs. Muh. Nur Yaddang, M.Si, di dampingi

BPTP Sulawesi Selatan menyelenggarakan Temu Lapang bertempat di Kebun Percobaan Desa Pabbentengan Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada hari Senin tanggal 7 September 2015. Kegiatan Temu Lapang

Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan Temu Teknis Fungsional Non Peneliti pada tgl 24-25 Agustus 2015 bertempat di Auditorium Ismunadji Cimanggu Bogor. Temu Teknis di ikuti oleh 258 peserta terdiri dari Tenaga Fungsional Penyuluh Pertanian, Teknisi Litkayasa, Pustakawan, Arsiparis, Analisis Kepegawaian, Pranata Komputer dan Kehumasan. Kegiatan ini di

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan menyelenggarakan pelatihan petani menjadi penangkar benih kedelai. Pelatihan dilaksankan di Kab. Wajo dan Kabupaten Bone dengan jumlah peserta masing-masing 100 orang. Pelatihan ini bertujuan untuk

Prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi tahun 2015 akan meningkat 6,64 % atau sebesar 75,55 juta ton di banding tahun sebelumnya. Sesuai data BPS produksi gabah kering giling tahun 2014 sebanyak 70,85 juta ton atau turun 0,43 juta ton di banding tahun 2013.

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) oleh Kementerian Pertanian telah dikembangkan sejak tahun 2008. Program ini menitik beratkan pada penanganan kemiskinan di perdesaan dan penciptaan lapangan kerja di bidang pertanian sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta antar sub sektor melalui penumbuhan dan

“Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Kakao melalui Permentan No 67 Tahun 2014 untuk kesejahteraan petani” adalah tema yang diangkat dalam Gebyar Kakao Bermutu di Sulawei Selatan.  Acara ini di bertempat di Hotel Arya Duta Makassar, Selasa 16 September 2014, pukul 13.00 Wita dan di hadiri oleh Menteri Pertanian RI “Suswono”. Turut hadir dalam 

KONSEP mengembangkan buah markisa pada sejumlah kebun yang ada dilorong Kota Makassar mendapat perhatian serius dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Fadjry Jufry mengatakan, program "longgar" sangat tepat di tengah minimnya lahan untuk mengembangkan hortikultura. BPTP sebagai salah satu badan yang bertugas meningkatkan pertanian, merasa terpanggil memberikan sumbangsih dalam program ini.

Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) sedang merintis kerjsama penelitian dengan Badan Litbang Pertaniantentang : Suistainable Crop Production Intensification di Indonesia Timur, khususnya di dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) harus mendukung segala upaya peningkatan produksi padi di masing-masing provinsi. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Litbang Pertanian DR. Haryono dalam arahannya di depan staf BPTP Sulawesi Selatan, tgl 29 Agustus 2014. Kepala Badan Litbang Pertanian menyempatkan diri bersilaturahim dengan

Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selain itu

Awal mula keinginan ini timbul, saat Murniati yang kerap disapa “Ati” menjadi salah satu petani pelaksana Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) tahun 2013  yang dilaksanakan di Desa Bua Kabupaten Sinjai oleh BPTP Sul-Sel. Saat itu Ati mengikuti acara sosialisasi kegiatan M-KRPL.  Melalui acara tersebut ternyata baru diketahuinya kalau saja benih sayur kangkung adalah berbentuk biji yang

Komsumsi sayuran di Indonesia di prediksikan mengalami peningkatan sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian dan meningkatnya taraf pendidikan atau kesadaran masyarakat kawasan rumah tangga pangan lestari atau KRPL.Kelurahan Jennae cukup berhasil sehingga patut ditiruh atau dicontoh,  mulai dari segi pertumbuhan sampai hasil panen. Kegiatan tersebut dikelolah oleh Kelompok Wanita Tani Lestari Kelurahan Jennae, Kec