Talas Jepang Satoimo, merupakan salah satu komoditi pangan non beras yang mulai digalakkan budidayanya dibeberapa tempat, salah satunya di Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa (28/11), BPTP Balitbangtan Sulsel bekerjasama dengan

Dalam rangka mensosialisasikan hasil penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Balitbangtan Bogor terkait pemanfaatan informasi iklim untuk pertanian kepada pengguna dan pengambil kebijakan,  Selasa (27/11)  Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat)  dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan Balitbangtan Kementan, Bekerjasama Menggelar

Temu lapang kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Cabai di Sulawesi Selatan, oleh BPTP Balitbangtan Sulsel bekerjasama dengan Pemda Kab. Maros, dilaksanakan pada hari Rabu 21 November 2018 di Sanggar Tani yang bertempat di Desa Patiro Deceng Kec. Camba Kab. Maros. Acara ini

Tudang Sipulung merupakan salah satu budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama pemerintah untuk bermusyawarah dalam perencanaan dan pelaksanaan turun sawah atau penentuan waktu tanam padi sawah. Tudang Sipulung Kabupaten Pangkep dilaksanakan pada

Bertempat di Balai Benih Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kec.Barebbo Kab. Bone tgl 19-20 November 2018. Acara dihadiri oleh penyuluh, perwakilan petani Cabai dan petani bawang merah se Kabupaten Bone. Sebagai 

Mengawali kegiatan Temu Lapang tersebut, Ka. BPTP Balitbangtan sulsel  menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan  IP Pajale adalah untuk optimalisasi pemanfaatan lahan menggunakan inovasi teknologi yang sesuai sehingga berdampak pada kesejahteraan petani. Selanjutnya dikatakan oleh

Diseminasi adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka meperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut atau dapat dikatakan diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yeng direncanakan , diarahkan dan

BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan menyelenggarakan pelatihan pasca panen Cabai dan pembuatan Jamu untuk ternak bertempat di Balai Desa Kajaolalidong yang merupakan wilayah TTP Kab. Bone. Pelatihan berlangsung sehari penuh pada

Menghadapi musim tanam (MT) Oktober 2017 S.d Maret 2018 di Sulawesi Selatan, para petani tidak perlu khawatir, karena keberadaan pupuk bersubsidi di jamin tersedia. Demikian penjelasan

Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Perbenihan Perkebunan bertempat di Belopa Kebupaten Luwu. Acara yang berlangsung pada tgl 21 Nopember 2017, di buka oleh

BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Perbenihan Hortikultura dan Perkebunan di Kab. Toraja Utara pada tgl 20 Nopember. Bimbingan Teknis berlangsung

Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar di dorong sebagai sentra Hortikultura di Sulawesi Selatan. Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman mendorong ketiga kabupaten tersebut menjadi penopang kebutuhan produk Hortikultura bagi kota Makassar dan wilayah wilayah sekitarnya. Karena itu keberadaan

Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman menantang para petani di Kabupaten Soppeng untuk memanfaatkan lahan tidur. Lahan tidur terpampang luas dan cocok untuk pengembangan tanaman Jagung

BPTP Balitbangtan Sulsel, Soppeng -Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  Eko Putro Sandjojo, hadiri Kemah Bakti Pertanian diDesa Medde Kecamatan Maroriawa Kabupaten Soppeng (17/11/17).

BPTP Balitbangtan Sulsel, Maros - Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian Muhammad Syakir, Bupati Maros Hatta Rahman, Ketua DPRD Maros AS Chaidir serta Pejabat TNI dan Polri Maros, hadiri Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 300 di Desa Tanete Kecamatan Simbang Kabupaten Maros

Selasa (14/11), bertempat di Grand Asia Hotel Makassar dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman  (Momerandum of Understanding atau MoU) antara Badan Penelitian  dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI dengan  Pemerintah Kota Makassar.

Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman adalah satu-satunya menteri yang mendapat penghargaan dalam TOP II 2017. Menteri Pertanian memperoleh penghargaan dua kategori sekaligus dari Asosiasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan majalah Itech di Jakarta, pada Selasa 31 Oktober 2017. 

Rapat Kerja II Badan Litbang Pertanian 2016 mengangkat tema "Dukungan Inovasi Pertanian Mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia" di laksanakan di Auditorium Sadikin Sumintawilkarta, Kanpus Litbang Pertanian, Cimanggu-Bogor, Rabu 27 - 29 November 2016.

Nota kesepahaman yang di tandatangani langsung Manteri Pertanian A. Amran Sulaiman dalam rangka kerjasama Kementerian Pertanian dengan Universitas Muhamadiyah (UNISMUH) Makassar. Kerjasama dalam rangka mewujudkan Indonesia swasembada pangan berkelanjutan dengan menggandeng kampus-kampus untuk mengelola lahan pertanian. MoU di laksanakan pada Jumat 25 Nopember 2016 bertempat di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar.

Masalah pangan harus hemat energi berbasis bio energi dan menciptkan produk baru yang bersaing dalam lingkup global. Demikian penggalan pernyataan Kepala Badan Litbang Pertanian DR. Ir. Muhammad Syakir, MS mewakili Menteri Pertanian pada Seminar Nasional yang di selenggarakan oleh perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) tahun 2016

Kepala Badan Litbang Pertanian DR. Ir. Muhammad Syakir, MS memimpin Focus Grup Discussion (FGD) bertempat di Aula BPTP Sulawesi Selatan pada, Senin 14 Nopember 2016. FGD membahas tema : Faktor-Faktor Penentu Peningkatan Indeks Pertanaman Mendukung UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai.

Pada hari Senin, 14 November 2016 bertempat di Aula BPTP Sulawesi Selatan di laksanakan lepas sambut Kepala BPTP Sulawesi Selatan dari pejabat lama DR. Muhammad Yasin, MP kepada pejabat baru DR. IR. Abd Wahid, MS. DR. Muhammad Yasin, MP selanjutnya menjadi pejabat fungsional peneliti BPTP Sulawesi Selatan, sedang pejabat baru DR. IR. Abd Wahid, MS sebelumnya menjabat Kepala BPTP Sulawesi Utara

BPTP Sulawesi Selatan kembali melaksanakan seminar rutin bulanan bertempat di Aula BPTP Sulawesi Selatan pada hari Senin, 7 Nopember 2016. Peserta seminar terdiri dari para Peneliti, Penyuluh dan Teknisi Litkayasa lingkup BPTP Sulawesi Selatan.

Tujuh pejabat publik menjadi sosok fenomenal dalam setahun pemerintahan Jokowi-JK. Mereka mencetak rekor pencapaian dalam sejarah institusinya bagi masyarakat. Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman adalah salah satunya. Kondisi kekeringan

Bertempat di Hotel Ada Kabupaten Soppeng, Rabu tanggal  11 November 2015, BPTP Sul-Sel mengadakan temu usaha kegiatan bioindustri padi yang di hadiri kuranglebih 120 pesera antara lain Asisten III mewakili Bupati Soppeng, pelaku usaha, petani, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi, BP3KP Kabupaten Soppeng, Penyuluh Kabupaten serta tim Peneliti dan Penyuluh BPTP Sul-Sel

Kegiatan Pelatihan Peternakan di Lokasi Taman Teknologi Pertanian Kabupaten Bone dilaksanakan pada Hari Jumat, 13 November 2015 bertempat di Aula Pertemuan Desa Kajao Lalidddong dan dihadiri oleh petani, peternak, penyuluh, peneliti dan narasumber dari Balitnak Ciawi dan Loka Sapi Grati.

Program Agrotechno Park yang dirancang khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata telah berjalan di desa Wolangi, kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dalam rilis yang diterima tribun timur.com, program tersebut dimotori langsung oleh

Komoditas hortikultura termasuk tanaman sayuran (Bawang merah dan Cabai), merupakan komoditas unggulan nasional yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam pencapaian target produksinya. Komoditas ini juga merupakan unggulan daerah Sulawesi Komoditas dan  mendapat perhatian khusus, karena dapat mempengaruhi kehidupan petani yang ada di Sulawesi Selatan

Kementerian Pertanian RI melakukan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam menghasilkan Inovasi Pertanian guna mewujudkan program Nawacita Kementerian Pertanian. Kerjasama tersebut ditandai dengan

Untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi Bawang merah di kawasan pengembangan Sulawesi Selatan, diperlukan dukungan teknologi yang memadai. Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan banyak teknologi, yang dapat mendorong peningkatan produktivitas bawang merah, antara lain adalah berbagai VUB bawang merah, dan teknik budidayanya. Salah satu

Makassar, Jumat (30/10/15) bertempat di Aula 2 BPTP Sul Sel dilakukan Focus Group Discussion bidang peternakan guna menunjang Instrumen Kebijakan dalam Penyelamatan  Sapi Betina Produktif di Sulawesi Selatan.  Pertemuan ini dibuka oleh Ka. Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Sul Sel Ir. Ramlan, M.Si. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternkan (Puslitbangnak) dengan

Hari Pangan Sedunia ke XXXIV, yang diadakan di Taman  Maccini Sombala, 6 November 2014 dibuka oleh Gubernur Sul-Sel Syahrul Yasin Limpo mewakili Presiden RI yang di hadiri Oleh Ibu Wakil Presiden RI. Sedianya acara HPS akan di buka oleh Presiden RI Joko Widodo, namun karena pada waktu yang bersamaan Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sul-Bar dan Sul-Tra. Namun

Setelah melakukan kunjungan kerja di Kab. Sidrap dan Pinrang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama ibu negara Iriana  menyepatkan diri meninjau lokasi acara Hari Pangan Sedunia (HPS) di Taman Terbuka Hijau Macini Sombala Makassar. Presiden Jokowi dan Ibu  Iriana di dampingi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaeman, Gubernur

Undang Undang No. 7 tahun 1996 tentang Pangan disebutkan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Menindak lanjuti dari hal tersebut

Salah satu program pemerintah yang saat ini  marak dibicarakan adalah pemanfaatan pekarangan rumah,  program ini oleh Badan Litbang dinamakan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) yang salah satu tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.