Pelaksanaan Koordinasi Teknis ini merupakan upaya dalam rangka optimalisasi pelayanan perizinan pendaftaran pupuk secara on-line di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) untuk wilayah Indonesia Timur, dan upaya pencegahan peredaran pupuk ilegal. Dalam acara ini juga dilakukan

Upaya Khusus atau biasa disebut dengan Upsus ini melalui Percepatan Luas Tambah Tanam,  merupakan salah satu bentuk program kegiatan strategis Kementan dalam mendukung dan mempertahankan swasembada pangan (Padi, Jagung dan Kedelai). Pada Rakor tersebut

Survei dilaksanakan pada 8 lokasi DAM yakni : 1) Dam Tampala Parangloe Dusun Baddo Ujung Desa Tompobulu luas areal layanan kurang lebih 100 Ha,  2) Dam Tampala Parirrisi Dusun Masale Desa Tompobulu luas areal layanan kurang lebih 80 Ha,  3) Dam Tampala Saluka Dusun Baddo Ujung luas areal layanan kurang lebih

BPTP Balitbangtan Sulsel Nurjanani, menyerahkan benih TSS Varietas Bima Brebes kepada lima BPP pelaksana Kab. Enrekang yang dapat digunakan sebagai bahan tanam. Penggunaan bibit bawang merah TSS tersebut dapat menjadi altrnatif sumber benih yang menjajikan, karena

Menyadari pentingnya informasi teknologi pertanian  dalam  memenuhi kebutuhan pengetahuan petani dan stake holder terkait lainnya di lapangan, diperlukan pembinaan dan pendampingan teknologi  pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.

Kepala BPTP  Balitbangtan Sulsel yang diwakilkan oleh Ketua Program:  Abdul Gaffar mengatakan, BPTP  merupakan salah satu UPT Badan Litbang Pertanian yang wilayah kerjanya di Provinsi Sulawesi Selatan dengan tupoksi melakukan Pengkajian dan Perakitan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Tepat Guna serta melakukan Diseminasi untuk mempercepat transfer teknologi Pertanian ke tingkat petani pengguna

Pada kegiatan SULSEL EXPO 2018 ini BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan ikut berpartisipasi dengan menampilkan beberapa teknologi hasil penelitian dan pengkajian yang dilakukan baik oleh BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan maupun Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Teknologi hasil Litkaji tersebut ditampilkan dalam

Workshop eSAKIP ini merupakan salah satu wujud nyata untuk mencapai misi menuju nilai A Akuntabilitas Program dan Pelayanan Kementerian Pertanian. Untuk itu perlu peningkatan dan perbaikan pada semua aspek penilaian yakni pada

Melalui bimtek,  penerima manfaat/stakeholder akan belajar langsung dari pengalaman para narasumber secara cepat dan tepat tentang  pengetahuan pengetahuan Inovasi pertanian ataupun pengetahuan lainnya yang dibutuhkan di lapangan. BPTP Balitbangtan Sulsel merupakan salah satu

Mendukung tema workshop tersebut, beberapa materi disampaikan oleh para narasumber, yakni : Integrasi Open Journal System (OJS) dengan Repositori Ilmiah Nasional (Slamet Riyanto, S.Kom), 2) Rumah Jurnal Keilmuan (Dadan Ridwan Saleh, M.T, 3) Ketentuan Ketentuan ISSN untuk peningkatan Kualitas Data dan Layanan (Ir. Armansyah), dan

Rapat Koordinasi Percepatan/Pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) di Sulawesi Selatan Musim Tanam April s.d September 2018 dan Target Tanam Agustus 2018 dilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provisi Sulawesi Selatan

Pemilihan materi tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan petani setempat, dalam hal ini petani yang.menghadiri sosialisasi tersebut masih dalam tahapan pemula dalam usahatani Budidaya Bawang Merah

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan bekerjasama dengan  Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Perbenihan Komoditas Perkebunan dan Hortikultura TA. 2017, 29 – 30 Agustus bertempat di Hotel Santika Makassar. Rakor dihadiri oleh

Ragam teknologi telah dihasilkan oleh Balitbangtan Kementan, salah satunya dalam usaha Budidaya Tanaman Padi. Jarwo Super, adalah Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super yang merupakan teknologi budidaya padi terpadu dari Balitbangtan yang berbasis cara tanam jajar legowo. Bertempat di

Menurut AWR, tugas ini sangat berat namun beberapa program telah menampakan hasil ditahun 2017 dengan cukup fantastis yakni peningkatan produksi dan produktifitas komoditas strategi Kementan antara lain ; padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, ternak dan tebu.  Beberapa komoditas ini kita sudah melakukan swasmbada.  Ini adalah bukti kerja keras dari 

"Profesor Riset"  Pengakuan, Kepercayaan, dan Penghormatan yang diberikan atas keberhasilan seorang Peneliti dalam mengemban tugasnya di unit Litbang dan Gelar Profesor Riset diberikan kepada Peneliti Ahli Utama. Seminar dibuka oleh

Setelah mewujudkan swasembada pangan Padi Jagung Kedelai, Mentan Amran Sulaman menggaungkan komoditi Hortikultura dan Rempah Rempah sebagai sasaran selanjutnya yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian

BPTP Sulawesi Selatan menempatkan kegiatan pendampingan PKAH Bawang Merah di Kab. Bone. Penempatan kegiatan ini di Kab. Bone cukup beralasan karena Kab. Bone merupakan salah satu daerah sentra pengembangan Bawang Merah di Sulawesi Selatan.

Kemarau tahun 2015 di perkirakan akan berkepanjangan. Akibatnya beberapa komoditas pangan di prediksi akan gagal panen. Namun demikian Kementerian Pertanian menyatakan bahwa gagal panen akibat kemarau tidak akan menghancurkan komoditas beras. Akibat kemarau hanya akan

Ada lima faktor yang mempengaruhi perkembangan pertanian Indonesia yang berdampak pada hasil produksi pertanian, antara lain Irigasi, alat mesin pertanian, ketersediaan pupuk, ketersediaan benih dan penyuluh pertanian. Demikian disampaikan menteri pertanian Andi Amran Sulaiman pada suatu acara di Banda Aceh.

Badan Litbang Pertanian melaksanakan pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas bagi Pegawai Negeri Sipil Lingkup Badan Litbang Pertanian di wilayah Sulawesi, Bali, NTB, NTT dan Papua Barat, bertempat di Aula balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Gowa pada hari Rabu, 5 Agustus 2015

Ketersediaan benih merupakan salah satu faktor berpengaruh pada pencapaian program UPSUS Kedelai dalam rangka Swasembada Kedelai yang di canangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian meluncurkan program UPBS kedelai dan Mandiri Benih Kedelai

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian IR. Winardi, MM melakukan kunjungan ke BPTP Sulawesi Selatan pada tgl 20 Agustus 2014. Kunjungan ini berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Dinas Tingkat I dan Ujian KPPI bagi PNS Kementerian Pertanian, wilayah Indonesia Timur.

Biro organisasi dan kepegawaian Kementerian Pertanian menyelenggarakan ujian Dinas Tingkat I dan Ujian KPPI bagi PNS Lingkup Kementerian Pertanian Wilayah Timur, bertempat di BPTP Sulawesi Selatan. Ujian Dinas akan di laksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Agustus 2014. Sebelum Ujian Dinas di laksanakan

Menyemarakkan acara Pekan Inovasi Nasional Badan Litbang Pertanian tahun 2014, BPTP Sulawesi Selatan melaksanakan Lomba Cipta Menu Pangan Non Beras Non Terigu yang melibatkan anggota kelompok wanita tani dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.  Lomba Cipta Menu ini dilaksanakan dengan tujuan memasyarakatkan kembali pangan lokal sebagai sumber karbohodrat pengganti beras yang mana pangan tersebut sudah tidak populer lagi sebagai bahan pangan pokok di kalangan masyarakat yang menyebabkan ketergantungan dan daya serap beras sangat

Selain Temu Usaha BPTP Sulawesi Selatan juga menyelenggarakan Temu Teknis dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Komunikasi untuk mempercepat Transfer Inovasi Pertanian di Sulawesi Selatan” sebagai salah satu rangkaian acara pada Pekan Agroinovasi dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke-40 tanggal 7 – 8 Agustus 2014.

Salah satu rangkaian acara pada Pekan Agroinovasi dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke-40 yang diselenggarakan oleh BPTP Sulawesi Selatan tanggal 7 – 8 Agustus 2014 adalah Temu Usaha dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Komunikasi untuk mempercepat Transfer Inovasi Pertanian di Sulawesi Selatan”.

Peningkatan Kapasitas Komunikasi untuk Mempercepat Transfer Inovasi Pertanian di Sulawesi Selatan adalah tema yang diangkat oleh BPTP Sul Sel - Badan Litbang Pertanian pada acara Open House 7 – 9 Agustus 2014, tempat di kantor pusat BPTP Sul Sel Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5 Makassar.  Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, dihadiri sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari : Instansi Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Lingkup Pertanian

Persiapan Wadah Pelaksanaan Pekan Agro Inovasi Teknologi Pertanian di BPTP Sulawesi Selatan menyambut 40 thn HUT Badan Litbang Pertanian di Makassar

Klik disini untuk melihat jadwal acara

Kegiatan Tudang Sipuluh bagi petani di Sulawesi selatan, merupakan suatu tradisi yang selalu dilaksanakan bersama dengan pemerintah dan jajarannya disektor pertanian sebelum memulai waktu tanam padi musim hujan. Kegiatan ini adalah musyawarah petani dengan pemerintah, dan biasanya yang hadir pada acara tudang sipuluh tingkat kabupaten adalah Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati setempat. Sebelum acara Tudang Sipuluh digelar, biasanya didahului beberapa pemaparan dari

Kegiatan  Temu Lapang Demonstrasi Teknologi Produksi Kacang  Tanah dilaksanakan di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Kegiatan ini merupakan salah satu   Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) atau disebut FEATI yang dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan bekerja sama dengan  FEATI Kabupaten Bone Kegiatan Demonstrasi kacang tanah ini dikelola oleh

Kemerdekaan yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah sebuah hadiah, bukan suatu pemberian dan bukan juga suatu belas kasih dari suatu bangsa yang pernah menjajahnya selama ratusan tahun, melainkan anugrah dan rahmat dari Allah SWT atas segala usaha dan perjuangan yang panjang dengan mengorbankan jutaan jiwa dan harta benda yang tak terhitung dengan kesabaran dan keikhlasan yang didasari semangat pantang menyerah sampai akhir hayat. Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia Sukarno – Hatta memproklamirkan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dimana semua Negara di dunia mengakui bahwa

Halal bi halal adalah suatu tradisi yang selalu dilakukan oleh umat islam  khususnya di Sulawesi Selatan dan umumnya di Indonesia setelah melaksanakan ibadah puasa pada bulan suci ramadhan yang penuh berkah dan rahmat Allah SWT dan Hari Raya Idhul Fitri, dengan tujuan utama bersilaturrahim dengan sesama umat islam untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas segala kesalahan dan kehilapan. Keluarga besar

Pada tanggal 3 Agustus 2013, BPTP Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Rapat Bulanan yang dihadiri oleh semua pejabat structural, peneliti, penyuluh dan pegawai lainnya yang langsung dipimpin oleh Kepala Balai. Rapat bulanan ini sudah teragenda secara rutin setiap bulan. Tujuan utama rapat bulanan ini adalah ajang silaturahim antara pimpinan dengan semua pegawai, agar selalu tercipta hubungan yang harmonis supaya