Print
Category: Panduan Petunjuk Teknis Brosur
Hits: 322

Jenis jamur tiram yang umum dibudidayakan di Indonesia yaitu jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jenis ini sangat mudah ditemui di pasar tradisional terutama di perkotaan. Budidaya Jamur Tiram Putih mempunyai prospek bisnis yang semakin bagus dan sangat menjanjikan. Jamur tiram putih sangat bermanfaat untuk kesehatan dan dapat dikonsumsi dengan berbagai menu masakan yang nikmat. Budidaya jamur tiram putih tidak sulit dan permintaan pasarnya sangat besar.

Di alam bebas Jamur tiram tumbuh pada kayu yang mengalami pelapukan atau kayu yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu.
Jamur yang tumbuh pada media tersebut umumnya tidak beracun dan boleh dimakan. Sedangkan Jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi biasanya tumbuh di kayu yang masih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dapat menyebabkan kematian. Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, jamur juga kerap dikonsumsi setelah dikeringkan atau diawetkan.

Adapun manfaat mengkomsumsi jamur tiram adalah: 1) dapat digunakan sebagai sumber protein karena mengandung 9 asam amino esensial; 2) sebagai antioksidan dan anti tumor; 3) dapat dijadikan sebagai supplement bagi pelaku diet; 4) mengandung serat tinggi, karena bermanfaat menurunkan kolesterol; 5) mengandung zat besi dan niasan yang bermanfaat untuk membentuk sel darah merah; 6) dapat meningkatkan sistem imun dan 7; sebagai tambahan gizi untuk ibu hamil dan menyusui. A. Media Tanam 

Selengkapnya download pdfnya disini