Perkembangan industri ayam lokal potong dalam waktu dua dekade ini lebih menarik dibandingkan dengan industri ayam lokal petelur, sehingga ketika ayam KUB-1 disebarkan di masyarakat, ayam tipe petelur ini banyak dijadikan sebagai ayam potong lokal untuk memasok permintaan yang tinggi akan daging ayam lokal. Mengantisipasi hal tersebut terhadap permintaan ayam lokal pedaging unggul, maka Balitnak telah mengeluarkan produk baru ayam lokal unggul tipe potong, yang dinamakan ayam SenSi-1 Agrinak.

Ayam ini telah dilepas sebagai galur baru ayam lokal unggul tipe pedaging dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 39/KpTs/PK.020/1/2017 – tentang Pelepasan Galur Ayam Sensi-1 Agrinak Tanggal 20 Januari 2017. Hasnelly et al. (2017) menerangkan bahwa ayam SenSi-1 Agrinak merupakan hasil seleksi untuk 6 generasi, berdasarkan bobot badan tertinggi ayam jantan umur 70 hari dan berdasarkan warna bulu abu dan warna bulu pucak (putih bercak hitam) untuk jantan dan betinanya. Sifat lain sebagai kriteria seleksi adalah jengger yang berbentuk kacang (pea) untuk ayam jantan. Bobot hidup rata-rata umur satu hari untuk jantan dan betina sekitar 30,10 g/ekor. Pada umur 70 hari, bobot hidup jantan umur 70 hari mencapai 1.066 g/ekor dan yang betina 745 g/ekor. Pada umur 20 minggu, bobot hidup ayam jantan dan betina masing-masing mencapai 2.403 g/ekor dan 1.572 g/ekor.

Selengkapnya download disini