Teknologi Top Working dikembangkan pada tanaman jeruk yang telah ada dengan kondisi pertumbuhan dan produksi yang kurang baik atau dengan tujuan untuk mengganti varietas yang ada sekarang dengan varietas baru sesuai dengan selera/tuntutan pasar tanpa harus mematikan tanaman. Teknologi ini dapat disebut juga sebagai teknologi "antisipatif" yaitu mengantisipasi trend pasar produk jeruk yang disukai konsumen pada masa yang akan datang.

Prinsip dasar teknik Top Working sama seperti teknik penyambungan pada bibit muda yang umum dilakukan penangkar, yaitu memadukan antara batang bawah dengan batang atas. Hanya, faktor yang membedakan pada teknik Top Working adalah batang bawahnya yang sudah berujud pohon yang besar dan mempunyai perakaran kuat.

Download pdf 1, Download pdf 2