Cabai merah (Capsicum annum, L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Cabai kaya akan vitamin C sehingga jika dikonsumsi sangat berkhasiat untuk ketahanan tubuh.

Hampir semua rumah tangga mengkonsumsi cabe setiap hari sebagai pelengkap dalam hidangan keluarga sehari-hari.. Konsumsi cabe rata-rata masyarakat Indonesia sebesar 4,6 kg per kapita per tahun. Cabai merah kaya akan gizi, mengandung vitamin C dan betakaroten yang merupakan provitamin A. Jumlah kandungan vitamin C pada cabai mengalahkan buah-buahan segar seperti mangga, nenas, papaya atau semangka.

Kandung vitamin C pada cabai antara 50-180 mg/100 g. Kandungan gizi cabai merah per 100 gram terdiri dari energy 31 kal, protein, 1,0, lemak 0,3 g, karbohidrat 7,3 g, kalsium 29 mg, fosfor 24 mg, vitamin A 470 SI, Vitamin C 181 mg.
Rasa pedas yang mendominasi buah cabai disebabkan adanya senyawa-senyawa kapsaisin yang terkandung dalam cabai, yang berkhasiat sebagai penambah nafsu makan dan obat pengurang rasa sakit. Selain itu kapsaisin bersifat anti koagulan yang mencegah seseorang terserang stroke dan jantung koroner serta dapat juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan parem kocok.

Harga cabai selalu befluktuasi dan mengikuti permintaan pasar. Sebagai contoh misalnya, pada saat hari raya harga cabai menjadi mahal, sementara pada saat panen raya, harga cabai menjadi sangat murah. Sebagai bahan pangan yang mudah rusak, cabai tidak tahan disimpan dalam bentuk segar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, cabe segar dapat diolah menjadi berbagai produk seperti cabai kering, cabai bubuk dan pasta cabai, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang besar.

Download pdf lengkapnya