Print
Category: Panduan Petunjuk Teknis Leaflet
Hits: 1737

Biaya terbesar dalam usaha peternakan adalah pakan, dapat mencapai 70 % terutama usaha komersial. Salah satu kondisi nyata pada peternakan rakyat adalah kemampuan ekonomi petani/peternak yang masih relatif rendah sehingga sering terjadi ternak sapi peliharaan kebanyakan tidak diberi pakan konsentrat disebabkan harga pakan konsentrat yang relatif mahal.

Produktivitas ternak sapi potong sangat peka atau sensitif terhadap perubahan pemberian pakan, sehingga pakan yan diberikan harus sesuai dengan ketersediaan, kesinambungan, mutu maupun jumlahnya.  Disamping itu perlu diketahui bahwa biaya pakan dalam usaha penggemukan memberikan kontribusi yang cukup besar.  Oleh karena nya dalam usaha penggemukan, peternak harus dapat memberikan pakan yang murah namun berkualitas sehingga bermanfaat bagi peningkatan produksi daging. Untuk menyusun ransum ternak sapi potong yang terpenting adalah strategi dalam mengolah bahan pakan potensial yang tersedia secara lokal menjadi produk ekonomis yang aman, sehat, utuh, berkualitas dan halal.

Konsentrat adalah suatu bahan pakan dengan nilai gizi tinggi.  Konsentrat memiliki kandungan protein dan energi yang tinggi sehingga harganya sangat mahal oleh karna itu untuk menghemat biaya pakan, konsentrat dapat dibuat dari bahan murah yang tersedia secara lokal yang memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Pada dasarnya, sumber pakan sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan atau konsentrat dan yang terpenting adalah pakan harus memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak dan vitamin serta mineral.  Secara alamiah pakan utama ternak sapi baik potong maupun perah adalah hijauan, dapat berasal dari rumput alam atau lapang, rumput unggul, leguminosa dan limbah pertanian serta tanaman hijauan lainnya.  Dalam pemberiannya harus diperhatikan hijauan tersebut disukai ternak dan tidak mengandung racun atau toxin yang dapat membahayakan perkembangan ternak jika mengkonsumsinya.  Namun permasalahan yang ada bahwa hijauan di daerah tropis seperti di wilayah Indonesia mempunyai kualitas yang kurang baik, sehingga untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak tersebut  perlu ditambah dengan pemberian pakan konsentrat.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan konsentrat sebanyak 100 kg (kandungan protein + 14 %)

 

1.

Bungkil Kelapa

:

10 kg

2.

Bungkil Jagung

:

30 kg

3.

Dedak

:

54,8 kg

4.

Mineral Mix

:

0,2 kg atau 200 gr

5.

Tepung Ikan

:

0,5 kg atau 500 gr

Caranya : Campur semua bahan sampai rata lalu berikan ke ternak sapi sebanyak 1 kg/ekor/hari.  Pada saat memberikan pakan konsentrat ke ternak sapi sebaiknya disesuaikan dengan selera ternak.  Jika ternak sapi menyukain pakan yang agak basah, dapat diberikan sedikit air, bahkan ada ternak sapi yang suka jika konsentrat ini diberi dengan cara dikocor (dicampur air). Pemberian pakan konsentrat pada ternak sapi sebanyak 1 kg/ek/hr yang disertai pemberian hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan sapi atau hijauan kering sebanyak 3% dari berat badan sapi dapat memberikan pertambahan berat badan harian (PBBH) minimal 0,5 – 0,7 kg/ek/hr. (Matheus Sariubang, 2015).

Hasil maksimal dapat dicapai dalam manajemen sistem pemeliharaan ternak sapi potong jika penerapan sistem manajemen dilakukan dengan baik dimana semua komponen manajeman diterapkan, mulai dari perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, dan pengendalian/pengawasan mutlak harus dilakukan.