Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | Statistik Pengunjung Website | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Info Teknologi >> Menekan Angka Mortalitas Anak Sapi (PEDET) Melalui Perbaikan Pakan Dan Penanganan Pada Induk Yang Tepat


Create : 15 Oktober 2015

Hal pokok  yang sangat penting dalam keberhasilan pembibitan sapi bali di Kebun Percobaan Gowa.  Salah satu penentu keberhasilan pemeliharaan sapi potong pembibitan pada usaha peternakan adalah pola pemberian pakan yang tepat dan penanganan pedet saatlahir. Salah satu hal yang penting adalah perbaikan pada pola pemberian pada awal laktasi sehingga dapat diperoleh gizi pakan yang cukup. Keberhasilan pemeliharaan ternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi bobot hidup tetapi juga tergantung kepada produksi anak yaitu periode beranak yang pendek dan pedet berkembang dengan baik sehingga pertumbuhan pedet yang baik akan memiliki harga jual yang tinggi.

Sapi induk yang mengalami kekurangan pakan/malnutrisi dapat mempengaruhi produktivitas dan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan membesarkan anak, meningkatkan angka kematian pedet, lahir mati/lemah, estrus pos partum lebih panjang. Perubahan kondisi tubuh induk akan mempengaruhi proses biologis. Induk yang menyusui secara fisiologis akan berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya dan pembentukan susu untuk pedet, sehingga akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh induk.

Pada induk yang telah beranak dan dalam fase menyusui memegang peranan penting didalam perkembangan pedet, karena pedet hidupnya sangat tergantung kepada mothering ability khususnya tingginya produksi susu. Demikian pula bobot hidup induk menggambarkan kondisi tubuh induk dan sangat berpengaruh kepada fungsi biologis ternak secara keseluruhan. Kebutuhan zat nutrisi ransum pada saat menyusui berlipat akibat kebutuhan nutrisi untuk produksi susu dan pemenuhan kebutuhan pokok hidup.

Besarnya fluktuasi perubahan bobot hidup induk selama menyusui berpengaruh terhadap perkembangan pedet sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan selanjutnya. Sebagaimana diketahui daya hidup, kebutuhan nutrisi dan kesehatan pedet sangat tergantung kepada ketersediaan produksi susu induk serta merangsang perkembangan pencernaan rumen. Kondisi induk yang baik akan sangat mendukung perkembangan pedet sampai 60 hari sebagai puncak produksi susu dan akan mempengaruhi laju pertumbuhan yang lebih baik setelah disapih.

Untuk memperbaiki kondisi sapi induk dan memperbanyak produksi susu, sapi induk perlu diberi pakan tambahan. Bobot badan induk selama laktasi terjadi penurunan hal tersebut di sebabkan oleh pakan yang dikonsumsi indukse lain untuk kebutuhan hidup pokoknya sendiri juga untuk memproduksi susu. Penurunan berat badan ini dapat dikendalikan dengan penambahan suplemen (pakan penguat).

Pedet selama prasapih sangat ditentukan oleh induknya tertata dalam memenuhi kebutuhan susu.  Pada awal laktasi diharapkanakan dapat mengendalikan penyebab terjadinya penurunan kemampuan induk dalam mencukupi kebutuhan nutrient untuk pedetnya.

Demikian pula pengaruhnya perlakuan suplemen pakan akan memberikan pertumbuhan pedet yang lebih baik. Disamping hal tersebut diatas maka induksapi yang digembala pada padang pengembalaan saat menyelang masa melahirkan maka perlu di masukkan pada kandang khusus sehingga pedet yang dihasilkan aman dari ganguan cekaman binatang buas seperti anjing maupun jatuh pada lubang, kolam dan lain lain.

(Ir. Daniel Pasambe, Kepala Kebun Percobaan Gowa )

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 15 Oktober 2015 10:30
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com