Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Panduan Petunjuk Teknis Leaflet >> Teknologi sambung samping kakao


kakao

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Sulawesi selatan merupakan senrta roduksi kakao terbesar di Indonesia (40%) luas areal 240.785 ha dengan produksi 276.921 to/ha serta melibatkan sekitar 250.000 KK petani sehingga memberikan kontribusi bagi PAD yang sangat besar. Namun akhir- akhir ini produktivitas tanaman kakao makin menurun bahkan produksinya hanya sekitar 0.5-0.7 ton/ha

Rendahnya produksi kakao di sulawesi selatan disebabkan beberapa faktor antara lain penggunaan bahan tanaman yang tidak sesuai. Pada umumnya petani memperbanyak tanaman kakao dengan biji dan berasal dari pohon induk yang telah ditanam beberapa tahun yang lamanya sehingga tingkat keragaman di lapangan berbeda- beda. Selain itu juga disebabkan adanya serangan hama penggerek buah kakao (BPK) menyebabkan ekspor kakao semester I tahun 2003 menurun sebesar 70 % dibanding waktu yang sama pada tahun 2002.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu biji kakao yang tinggi ialah merehabilitasi tanaman dengan menggunakan bahan tanaman yang mempunyai produksi tinggi dan klon- klon yang tahan / toleran terhadap hama BPK. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik sambung samping.

Keuntungan Sambung Samping

  1. Areal pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat
  2. Diperoleh tanaman yang kuat terhadap berbagai gangguan iklim
  3. Dibit murah, lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan okulasi.
  4. Sementara batang atas hasil sambung samping belum berproduksi, hasil buah dari batang bawah dapat dipertahankan
  5. Batang bawah berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang tumbuh
  6. Memperbaiki klon- klon tanaman yang telah ditanam apabila klon tanaman tersebut sudah tidak dikehendaki.
Syarat– Syarat Batang Atas
  1. Cabang berasal dari pohon yang kuat
  2. Perkembangannya normal
  3. Bebas dari hama dan penyakit
  4. Bentuk cabang lurus dan diameternya disesuaikan dengan batang bawah ± 1 cm.

Persiapan Batang Atas (Entris)

  1. Entris diambil dari pohon entris kebun produksi
  2. Mempunyai produksi stabil
  3. Tahan hama dan penyakit utama kakao
  4. Klon anjuran untuk batang atas yaitu ICS60, ICS 13, TSH 858, UIT 1, GC 7, RCC 70, RCC 71, RCC 72, DAN RCC 73.
  5. Entris berupa cabang plagiotrop berwarna hijau atau hijau kecoklatan dan sudah mengayu, dengan ukuran diameter 0.75-1.50 cm.
  6. Panjang cabang ± 40 cm
  7. Entries yang telah diambil langsung disambung pada hari itu juga. Apabila lokasi jauh maka entries dikemas terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :
  1. Potong entries sepanjang ± 40 cm, masukkan kedalam dos ukuran 45x20x23 cm berisi media yang dilapisi plastic
  2. Media terdiri dari serbuk gergaji sebanyak 1 kg : 1.5 liter air dan alcosorb 3 gr.
  3. Bahan entries diatur sedemikian rupa sehingga setiap bahan tertutupi oleh media. Setiap dos berisi 50 m dan membutuhkan media 2 kg serbuk gergaji dan 6 gr alcosorb.
  1. Entries sebaiknya segera digunakan, usahakan jangan lebih dari 5 hari setelah pengambilan dari pohon entries
  2. Sebelum entries disambungkan terlebih dahulu dipotong- potong ± 20 cm atau 5 mata tunas selanjutnya pangkal entries disayat miring atau runcing ± 3-4 cm
Syarat– Syarat Batang Bawah
  1. Batang bawah harus sehat, kulit batang muda dibuka atau warna kambiumnya putih bersih
  2. Apabila batang bawah kurang sehat, sebelum penyambungan lakukan pemupukan, pemangkasan, penyiangan gulma serta pengendalian hama dan penyakit.
Bahan dan Alat
  1. Batang bawah
  2. Entries
  3. Gunting pangkas
  4. Pisau okulasi
  5. Kantong plastic ukuran 18x8.5 cm, tebal 0.01 mm, (kantong gula pasir 0.25 kg)
  6. Tali rafia yang telah dipotong- potong ± 1.25-1.50 m
Cara Menyambung
  1. Penyambungan sebaiknya di lakukan pada awal musim hujan
  2. Batang bawah dikerat pada ketinggian ± 50 cm dari permukaan tanah
  3. Kulit batang diiris pada dua sisi secara vertikal dengan pisau okulasi, lebar 1-2 cm dan panjang  ± 2-4 cm(sama denga ukuran entries yang akan disambungkan)
sambung samping






a. Batang pokok yang masih utuh
b. Kulit batang yang dikerat
c. Kulit batang yang diiris vertikal

  1. Kulit sayatan dibuka dengan hati- hati, entries dimasukkan kedalam lubang sayatan sampai kedasar sayatan.
  2. Sisi entries yang telah disayat miring diletakkan menghadap batang bawah.
  3. Tutup kulit sayatan tekan dengan ibu jari tutup dengan plastic kemudian diikat kuat dengan tali raffia
sambung samping






a. Kulit batang yang dibuka
b. Pemasangan entries
c. Pengikatan dan pengerudungan sambungan

  1. Setelah dua sampai tiga minggu sudah dapat dilihat, sambungan berhasil ditandai entries masih segar sedangkan yang tidak berhasil kulit mengering atau busuk.
  2. Plastic dapat dibuka setelah tunas tumbuh sepanjang ± 2 cm dengan cara bagian atas kantong plastic disobek
  3. Lakukan penyiraman secukupnya secara rutin, buang tunas air yang tumbuh disekitar batang atas terutama dekat tempat penyambungan.
  1. Tunas batang atas diikatkan kebatang bawah agar pertumbuhan mengarah keatas
  2. Batang atas yang telah berumur 3-4 bulan dan panjangnya ± 60 cm dilakukan pemangkasan bentuk.
  3. Tajuk batang bawah yang menaungi tunas hasil sambungan dipangkas seperdua bagian diatas sambungan.
  4. Pengendalian hama, khususnya heliopeltis sp dan kutu putih
  5. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada umur 7-10 hari setelah penyambungan dengan mengurangi ranting yang terlalu rimbun.
  6. Pupuk sesuai dosis anjuran untuk mempercepat pertumbuhan batang atas.
  7. Pemotongan batang bawah dilakukan batang atas mulai berbuah yaitu umur 1.5-2 tahun setelah penyambungan, caranya potong miring pada ketinggian ± 50cm diatas pertautan. Luka bekas potongan dioles dengan TB 192

Penulis : Ir. Amirullah
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com