Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | Statistik Pengunjung Website | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Info Teknologi >> MANFAATKAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO (KBK) MENJADI “ SILASE” UNTUK TERNAK KAMBING


Kamis, 03 September 2015 06:38

PENDAHULUAN

Limbah kulit buah kakao (KBK) merupakan bahan pakan yang potensial karena tersedia sepanjang tahun, mudah diperoleh dan mengandung nutrisi tinggi.  Buah kakao yang dipanen 70—80% adalah kulit dan plasenta yang merupakan limbah, selebihnya adalah biji.  Pada areal satu hektar pertanaman kakao produktif dapat menghasilkan limbah kulit buah segar + 5 ton/ha/tahun setara dengan 812 kg tepung limbah.

Kulit buah kakao dengan kandungan protein kasar sebesar 6—9% sangat baik dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia.  Pemanfaatan KBK sebagai pakan, secara otomatis menciptakan kondisi lahan pertanaman kakao menjadi bersih dan tanaman terhindar dari penyakit. Ketersediaan KBK berlimpah dimusim panen, tetapi dalam bentuk segar tidak bisa disimpan lebih dari 3 hari.

Metode pengolahan yang sederhana dalam bentuk silase dengan memanfaatkan sumber sumber karbohidrat yang tersedia di lokasi (dedak padi, jagung, onggok) mampu menjadi solusi berlimpahnya KBK sehingga dapat dijadikan sebagai pakan cadangan.  Daya simpan silase KBK dalam kondidi kedap udara (an-aerob) mencapai 6—8 bulan.

Penambahan protein hijauan seperti daun gamal, dan daun kaliandra dapat memperkaya nilai gizi silase KBK sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak

TAHAPAN PEMBUATAN SLASE KBK

  1. KBK segar dicacah kasar dengan ukuran 1 - 2 cm atau dicacah dengan mesin
  2. Timbang kulit kakao yang telah dicacah sebanyak 20 kg
  3. Tambahkan dedak padi sebanyak 10 -20% dari KBK  atau  2 kg - 4 kg
  4. Beri hijauan segar (daun gamal atau petai cina/Lamtoro) sebanyak 20 - 40% dari KBK  atau 4 kg - 8 kg
  5. Semua bahan diaduk hingga rata
  6. Disimpan dalam kantong plastik lalu ikat (dalam kondisi tanpa udara )
  7. Simpan selama 21 hari atau 3 minggu dalam suhu ruang
  8. Simpan dalam kondisi anaerob sebagai cadangan makanan

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat silase KBK :

  1. Jangan menggunakan dedak terlalu banyak agar kadar air bahan silase tidak berkurang sehingga proses fermentasi dapat berjalan sempurna
  2. Silase yang telah jadi dan diberi ke ternak sebaiknya harus habis dalam waktu 3 hari.  Oleh karena itu sebaiknya mengemas dalam ukuran 5—10 kg.
  3. Jika menggunakan molasses, sebaiknya jangan tambahkan air agar kadar air bahan tidak berlebihan.  Kadar air yang berlebihan dapat memicu pembusukan

Tabel 1.  Komposisi kimia silase KBK dan rumput gajah

CIRI—CIRI SILASE KBK YANG BAIK

  1. pH rendah (<5)
  2. Bau/aromanya manis asam
  3. Warna segar agak kecoklatan
  4. Tidak berlendir/berjamur
  5. Tekstur dan bahan aslinya jelas
  6. Tidak Menggumpal

PENGGUNAAN SILASE KBK

Silase KBK dapat menggantikan 100 % rumput dalam ransum kambing
Silase KBK dengan tambahan hijauan sumber protein dapat digunakan sebagai ransum komplit

Oleh : Repelita Kallo, STP., MSi.
Sumber : Puslitbangnak

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 03 September 2015 08:13
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com