Peringatan hari susu nusantara yang penyelenggaraannya di pusatkan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, 1 Juni 2014.   Acara puncak hari susu nusantara dilaksanakan di pelataran bugis-makassar, anjungan pantai losari, Kota Makassar diawali dengan fun walk yang  diikuti sekitar 1000 peserta dari berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan bersama Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono dan Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota dan Wakil Walikota Makassar, dan pejabat  di  jajaran Kementerian Pertanian antara lain Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Litbang Pertanian, Asosial Persusuan Indonesia.

Hari Susu Nusantara tahun ini mengangkat tema "Meningkatkan Produksi Susu Segar dalam Negeri, Menunjang Ketahanan Pangan dan Kualitas Manusia Indonesia".    Sementara itu, Sekretaris Ditjen P2HP Kementerian Pertanian Yazid Taufik mengatakan, pemilihan Makassar sebagai tuan rumah, karena Sulawesi Selatan merupakan sentra produksi susu di luar jawa.  Produksi susu di Sul Sel telah diolah dalam berbagai bentuk olahan antara lain dangke (tahu susu), susu fermentasi, yoghurt dan lain-lain, namun kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi susu khususnya di pedesaan masih relatif rendah.  Olehnya itu melalui perayaan Hari Susu Nusantara merupakan momen yang dapat membangkitkan kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi susu.

Sementara  Wagub Sulawesi Selatan  Agus  Arifin Nu’Mang pada kesempatan itu,menyatakan bahwa  produk susu  dalam negeri masih terbatas sehingga susu masih diimpor. Sementara konsumsi perkapita juga masih rendah, secara nasional tercatat 12 liter sedang Sulsel baru tujuh liter.    "Produksi susu nasional baru 2,6 juta ton, sedang kebutuhan susu mencapai 5,50 juta ton per tahun," katanya.

Berbagai  kegiatan yang dilaksanakan  dalam rangkaian peringatan hari susu nusantara adalah  (1) lomba budidaya sapi perah ; (2) lomba  pengaolahan hasil berbahan baku susu.     Lomba tersebut diadakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan selama bulan Mei 2014.     Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memotivasi peternak dan pengolah susu dalam meningkatkan produktivitas usahanya.     Kegiatan ini juga  disponsori Frisian Flag Indonesia ini, dan didukung penuh Kementerian Pertanian, agar bisa terus berkelanjutan, karena melalui  kegiatan ini dapat memberikan  edukasi anak  usia sekolah pentingnya minum susu, sekaligus mengenalkan aktivitas industri perusahan persusuan dari hulu ke hilir.

Badan Litbang Pertanian  melalui  BPTP  Sulawesi Selatan telah melakukan berbagai kegiatan  pengkajian dan pendampingan dalam mendukung peningkatan produksi susu,  salah satunya dengan memperkenalkan produk “Susu Pasteurisasi”dan berbagai produk olahan yang berbahan baku susu antara lain keripik susu asam pedas dan beberapa produk lainnya.   Selain itu juga disediakan informasi teknlogi yang terkait produk tersebut berupa media cetak untuk mewujudkan kedaulatan pangan untuk persusuan Indonesia.