Sabtu (1/6), di halaman kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Selatan, dilaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari lahir pancasila, yang dipimpin oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulsel Abdul Wahid.

Dalam pelaksanaan upacara ini, Abdul Wahid mengatakan momen peringatan  hari lahir pancasila merupakan satu kesempatan bagi kita untuk merefresh ingatan kita akan kejayaan pancasila, proses kelahiran pancasila yang disusun dan dirumuskan  oleh fanding father kita sehingga menjadi suatu dasar negara, sebagai landasan ideologi negara, sebagai landasan filosofis negera, tentunya didalam pelaksanaan cita-cita luhur bangsa.

Lanjut Abdul Wahid mengatakan, Pancasila tidak lahir begitu saja, mengalami proses yang begitu panjang, sehingga pada 1 juni 1945 dinyatakan sebagai hari lahir pancasila karna pada tanggal 1 juni dirumuskanlah pancasila sebagai bahan dasar Negara dalam rangka menyongsong kemerdekaan 17 agustus 1945.

Jadi proses yang begitu panjang itu, tentunya dirumuskan berdasarkan dari cita-cita luhur bangsa, karena Indonesia dikenal sebagai negara yang keberagamannya yang sangat tinggi, dari sabang sampai merauke, ada beberapa etnis, ada beberapa suku, ada beberapa agama, budaya, dari segi sosial tentunya membutuhkan suatu perekat untuk menjadi satu kesatuan menjadi Bhineka Tunggal Ika, itulah Pancasila, kata Abdul Wahid.

Olehnya itu Pancasila mempunyai peran yang sangat strategis melalui sila-silanya, mulai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang bisa dituangkan dalam buti-butir pengamalan yang biasanya kita kenal dengan 36 butir pengamalan Pancasila.

Nah, itulah sebenarnya kenapa kita memperingati hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni dan juga ditetapkan sebagai hari libur Nasional, karena begitu pentingnya, apalagi dijaman sekarang ini kadang kita lupa, olehnya itu untuk peringatan 1 Juni setiap tahunnya untuk merefresh kembali ingatan kita akan peran Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara.

Lanjut dikatakan oleh Abdul Wahid ; tentunya sebagai ASN, sebagai masyarakat, sebagai abdi Negara, selaku bangsa bagaimana implementasi kepada nilai nilai yang tertuang dalam 5 sila tersebut kita implementasikan kedalam kehidupan hari-hari kita, sesuai tugas dan fungsi kita masing masing.  Mulai dari sila Ketuhanan, bagaimana nilai-nilai ketuhanan kita bisa dituangkan dalam kehidupan sehari hari, dalam  bertoleransi dengan kehidupan bersama karena begitu banyak kelompok-kelompok, bengitu banyak etnis dan agama, kita menanamkan nilai nilai itu dalam menjunjung tinggi Pancasila.

Nilai nilai persatuan, bagaimana kita saat ini, kita akan membutuhkan suatu kesatuannya untuk menapaki perjalanan bangsa ke depan, karena tidak bisa dipungkiri di dalam perjalanan ini rongrongan-rongrongan masih tetap ada, olehnya itu perkuat nilai kesatuan kita.

Nilai-nilai keadilan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai-nilai musyawarah didalam kehidupan sehari-hari tetap kita harus bangkitkan.

Olehnya itu, Kata Abdul Wahid, saya mengajak bapak ibu sekalian, selaku masyarakat, selaku Apartur Sipil Negara, selaku bangsa, mari kita menjunjung tinggi nilai-nilai lima sila yang tertuang dalam pancasila  di dalam kehidupa sehari hari kita.

Diakhir kata, selaku pemipin upacara Abdul Wahid mengucapkan Alhamdullillah dan terima kasih kepada sejawat BPTP NTT, BPTP Papua, BPTP Sulawesi Tengah dan BPTP Sulawesi Tengara yang ikut bergabung sebagai aparatur sipil negara dalam melaksanakan cuti bersamaan dengan hari lahir Pancasila.