Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Balitbangtan) Kementan dan Dinas Pertanian Prov. Sulawesi Selatan, Gelar Rapat Koordinasi Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung, Kedelai di Hotel Regency Makassar.

Rakord yang dilaksanakan pada tanggal 9 oktober 2019 dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Dr. Ir. Taufik Ratule, M.Si mewakili Kepala Badan Penelitian Pengembangan Pertanian selaku penanggungjawab UPSUS Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Fitriani MP., Asisten Teritorial Kasad Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Arm. Hari Wibowo S.Sos, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan Dr. Ir. Abdul Wahid MP, Kepala loka Penelitian Penyakit Tungro Dr. Ir. Fauziah SP, M.Si, Komandan Kodim se Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten se Sulawesi Selatan beserta KCD dan petugas entry data.

Mengawali Rakor UPSUS, Ir. Fitriani MP menyampaikan sambutan dan apresiasi terhadap seluruh peserta yang telah bekerja maksimal dalam upaya pencapaian swasembada pangan di daerah masing-masing. Sepanjang tahun 2019 tantangan yang dihadapi adalah bencana banjir maupun kekeringan. Pada awal tahun, banjir melanda sektor barat Sulawesi Selatan, sedangkan pada bulan Mei hingga Juni banjir melanda beberapa kabupaten di sektor Timur dan peralihan. Dengan berbagai kendala yang dihadapi tersebut, Provinsi Sulawesi Selatan tetap optimis mampu mencapai target yang telah ditentukan. Mengacu pada data BMKG, pola hujan di Provinsi Sulawesi Selatan diprediksi berjalan normal sehingga diharapkan pada bulan November turun hujan sehingga dapat memacu pertambahan luas tambah tanam.

Menyambung arahan Kepala Dinas Pertanian Prov. Sulawesi Selatan, Kolonel Arm. Hari Wibowo kembali menegaskan kesiapan TNI dalam memberikan pendampingan dan pengawalan guna tercapainya swasembada pangan.

Aster Kasad Kodam XIV Hasanuddin tersebut menyampaikan pentingnya koordinasi dan kerja bersama oleh seluruh stakeholder guna tercapainya tujuan yang diharapkan. Hasil rapat koordinasi hari ini harus menghasilkan langkah strategis yang menjadi pedoman bersama untuk turun kelapangan hingga tingkat kecamatan maupun desa sembari menyerap aspirasi ditingkat petani.

Selanjutnya mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Taufik Ratule M.Si menyampaikan arahan terkait upaya yang harus dilakukan dalam memenuhi target Luas Tambah Tanam (LTT), daintaranya yaitu bulan Oktober hingga Desember bekerja diatas target untuk mengejar selisih dengan memfokuskan pada kecamatan-kecamatan yang bisa dibantu dengan sarana pompanisasi. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar turun ke lapangan. Disamping itu perlu introduksi teknologi diantaranya Tumpangsari Tanaman (Turiman) yaitu tumpangsari yang mengkombinasikan tiga tanaman pangan yaitu padi, jagung, dan kedelai untuk mengefisienkan lahan, serta optimalisasi pemanfaatan lahan rawa pada kabupaten yang memiliki lahan rawa.

Dalam diskusi yang pada pelaksanaan rakor tersebut, peserta dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Selatan baik dari dinas pertanian maupun kodim menyatakan optimisme serta kesiapan mendukung program percepatan swasemabada pangan bersama seluruh stakeholder, baik dari tingkat pusat maupun tingkat provinsi serta menjalankan arahan-arahan yang diberikan.