Ayam KUB adalah singkatan dari Ayam Kampung Unggul Balitbangtan, sedangkan Sensi adalah Sentul Terseleksi, merupakan hasil seleksi genetik yang lakukan dan dikembangkan oleh Balitbangtan Kementan. Ayam KUB  memiliki keunggulan mampu bertelur hingga mencapai 160-180 butir.ekor/tahun, sedangan Ayam Sensi memiliki keunggalan  menghasilkan bobot hidup sebesar 900 gram/ekor dalam waktu 10 minggu dibanding ayam lokal hanya sekitar 400-500 gram/ekor.

Oleh Tim Peneliti Bidang Peternakan BPTP Balitbangtan Sulsel, yang terdiri dari Dr.Andi Ella,M.Sc, Dr. Rika Haryani, M.Si, Andi Nurhayu, M.Si dan beberapa tim teknis lainnya, mendiseminasikan ayam tersebut, di wilayah Indonesia Timur,antara lain ; Sulawesi Selatan, Papua,Papua Barat dan Sulawesi Tenggara

Sebagaimana dikatakan oleh Dr Andi Ella (10/10), bahwa terkait dengan Diseminasi kedua jenis ayam tersebut, kami telah melakukan Bimbingan Teknis Pemeliharaan Ayam KUB dan Sensi ke peternak pada beberapa lokasi di Sulsel, salah satunya pada tanggal 3 Oktober dilaksanakan di Kelompok Citra Unggas Kelurahan Lakkang Kec Tallo kota Makassar.

Selain di Sulsel, pengembangan bibit Ayam KUB dan Sensi juga dilakukan dibeberapa tempat di wilayah indonesi timur, salah satunya di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tengara.

Untuk di Kab. Buton Utara, Tahap pertama; tanggal 4 oktober dikirim sebanyak 600 ekor doc. Tiba di Kabupaten Buton Utara tanpa ada kematian (0% mortalitas), yang langsung disebar di kelompok peternak. Selanjutnya tahap ke 2 dilaksanakan minggu ke 2 tanggal 10 Oktober; terkirim 900 ekor, dan tahap ke 3 pada minggu ke 3 oktober, sampai akhirnya terealisasi 2000 ekor doc, ditahun 2019.