BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan terus memberikan perhatian untuk pengembangan komoditas  kakao di Sulawesi Selatan.

Hal ini mengingat komoditas kakao merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan yang berperan dalam pengembangan ekonomi wilayah, khususnya di Sulawesi Selatan.

Pada Rabu, 25 Juni Kepala BPTP Balitbangtan Sulsel Abdul Wahid yang didampingi oleh peneliti dan penyuluh Balai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Soppeng.

Kunjungan kerja yang dilakukan tersebut dalam  rangka menghimpun informasi dari petani terkait dengan produktifitas kakao yang  pada beberapa areal kebun  produktivitasnya kurang dari 1  ton/ha/tahun, sementara ada petani yang mampu menghasilkan 3 ton/ha/tahun.

Olehnya itu dengan bekerjasama dengan Pemda setempat, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan mengambil peran dalam penerapan inovasi teknologi perbenihan kakao untuk produksi bibit kakao yang siap disalurkan ke patani kakao di Kabupaten Soppeng.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan Abdul Wahid juga melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan produksi benih kakao sebar yang dilaksanakan  di Kelurahan Ujung Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng.

Dalam kunjungan tersebut Beliau menyampaikan kepada Ketua kelompok Tani “Mutiara Indah” bahwa  pertumbuhan tanaman kakao di lapangan sangat ditentukan oleh pertumbuhan tanaman selama di pembibitan.  Inovasi teknologi yang digunakan selama di pembibitan  tidak akan dapat memberikan hasil yang maksimal bila tidak dilakukan secara baik dan benar seperti penyediaan media tanam, penggunaan pupuk organik dan an-organik secara seimbang, pengendalian hama penyakit dan pemeliharaan tanaman selama masa pembibitan.

Kegiatan produksi bibit sebar kakao yang dilaksanakan di Kabupaten Soppeng dalam Binaan BPTP Balitbangtan Sulsel menggunakan klon unggul ICCRI 06H dan ICCRI 08H.

Klon tersebut memliki potensi daya hasil yang tinggi  dan berbiji besar  serta  tahan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) atau penyakit pembuluh kayu.