Print
Parent Category: Berita
Category: Info Aktual

 

Cabai merah merupakan salah satu produk pertanian yang selalu diinginkan dalam setiap olahan makanan. Banyak yang beranggapan bahwa tanpa cabai, makanan akan hambar dan tanpa selera, sehingga meskipun sedikit selalu diinginkan kehadirannya.

Saat tertentu, produksi cabai melimpah dan harga anjlok, sehingga tidak sedikit petani cabai mengalami kerugian, bahkan petani enggan memetik cabainya, karena harus mengeluarkan biaya untuk pemetikan.

Olehnya itu, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan pada tanggal 13 Agustus 2021 melaksanakan Pelatihan Pengolahan Cabai dan Tomat, yang dilaksanakan di Sekertariat Karang Taruna Desa Kassi, Kec. Rumbia Kab. Jeneponto.

Pelaksanaan pelatihan tersebut, dibuka oleh Kepala Desa Kassi, Ibu Murniati, Amd.F, dan dihadiri oleh Kepala BPN, BRI, karang taruna, petani milenial, dan Dinas Pertanian Kab. Jeneponto.

Hadir sebagai narasumber, Tim Pasca Penen BPTP Balitbangtan Sulsel, yang diwakili oleh peneliti Ir. Wanti Dewayani, M.Si dan penyuluh Warda Halil, S.TP, M.Sc,.

Selanjutnya, setelahan pemaparan materi perihal Pasca Panen Cabai, peserta melakukan pelatihan Pembuatan Saus Cabai, Lombok kuning dan Saus Tomat dengan aneka bahan pengisi berbahan baku lokal, yang dipandu langsung oleh narasumber.

Pemberian materi ini merupakan salah satu upaya bagi petani yang mengalami keterpurukan harga, karena saat ini harga cabai di Desa Kassi Kec, Rumbia mengalami penurunan.

Dengan pengetahuan pengolahan pasca panen ini, diharapkan petani dapat menjadikan peluang bisnis, mengolahnya pada saat melimpah dan tersedia pada saat produksi berkurang dengan daya simpan yang lama.

Saat pelaksanaan pelatihan, Kepala Desa Kassi mengharapkan pendampingan BPTP secara berkelanjutan terutama mengenai pengolahan pasca panen produk-produk komoditi andalan yang ada di Desa Kassi, terutama komoditi sayuran, agar petani tidak hanya bisa bertanam, tapi bisa olah, petik dan jual.

Sebagai keberlanjutan kegiatan pengolahan ini, pemerintah setempat bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Bank Rakyat Indonesia dalam membantu petani guna mendapatkan modal usaha, serta mendampingi sampai memasarkan hasil produk.