Rabu, 15 September 2021 bertempat di Hotel Sermani Kabupaten Wajo, BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan melaksanakan Temu Teknis dengan Tema Hilirisasi teknologi dan Inovasi Balitbangtan.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh umpan balik tentang sejauh mana penerapan inovasi teknologi di tingkat lapang.

Acara dihadiri oleh 50 orang peserta terdiri dari Kepala Dinas Pertanian, KTNA, dan Penyuluh Pertanian dari 6 Kabupaten (Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu).

Mengawali acara Temu Temu Teknis (TT), Sekretaris Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan Ir.H.Suaib, MP, menyampaikan apresiasinya terhadap Litbang Pertanian atas inovasi teknologi yg telah dihasilkan dan telah banyak dimanfaatkan oleh petani khususnya di Sulawesi Selatan.

Namun masih terdapat beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya salah satunya adalah promosi inovasi teknologi sehingga ke depan, Promosi inovasi teknologi pertanian harus lebih ditingkatkan untuk menjamin terdifusinya inovasi teknologi tersebut.

Pada pelaksanaan acara ini, dihadirkan beberapa narasumber dengan materi ; Inovasi Teknologi yang disampaikan antara lain, Paket rekomendasi teknologi tanaman pangan oleh Dr.Ir.Abdul Wahid, MP, Teknologi Budidaya jagung oleh Dr.Muh.Yasin, MP.

Usai pelaksanaan acara, disimpulkan beberapa rumusan :

1. Penyusunan paket rekomendasi teknologi idealnya disusun tidak hanya pada bidang tanaman pangan tetapi juga bidang perkebunan, hortikultura dan peternakan;
2) Alih fungsi komoditas marak dilakukan petani (misal: dari kakao menjadi jagung) masalah ini dapat diselesaikan dengan penerapan inovasi teknologi terkait masalah teknis di tingkat lapang
3) Sistim tanam hambur langsung (Atabela 2:1 dan 4:1) direkomendasikan pada daerah yang curah hujan pendek dan tenaga kerja kurang
4) Rekomendasi pemupukan dilakukan sesuai kondisi aktual di lapangan. Pada daerah yang kandungan hara P dan K tinggi direkomendasikan menggunakan pupuk NPK 15 :10: 12 (jika tersedia di tingkat lapang) karena jika menggunakan NPK 15: 15: 15 akan menjadi tidak efisien.
5) Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) adalah metode pendekatan dalam menentukan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi yang mudah dilakukan.